Senin, 16 April 2012

Perancangan Web Design

Langkah-langkah perancangan Website

Langkah-langkah perancangan Website
Untuk membangun sebuah website, diperlukan suatu langkah-langkah persiapan yang secara umum dibagi dalam lima tahap, yakni (Rickyanto, Isac.2001):
1.      Merumuskan tujuan membuat website
Berdasarkan isi maupun tujuan, suatu website biasanya dapat digolongkan  menjadi seperti berikut ini:
a.     Website marketing, berfungsi sebagai media presentasi dan pemasaran.
b.    Website customer service, berfungsi sebagai media untuk melayani konsumen.
c.     Website e-Commerce, berfungsi sebagai media transaksi on-line.
d.    Website informasi/berita, berfungsi sebagai media informasi berita
2.      Menentukan isi website
Faktor yang paling penting dalam suatu website adalah isi dari website itu sendiri.  Hal tersebut berkaitan dengan manfaat yang akan diperoleh  pengunjung dari sebuah website.
3.      Menentukan target pengunjung
Meskipun suatu website mempunyai sifat terbuka dalam arti sebuah website bebas         dikunjungi oleh semua orang, namun alangkah baiknya apabila dalam pembuatan website perlu dilakukan gambaran target yang akan dituju oleh sebuah website. Alasan ini lebih didasarkan pada penggunaan hardware dan aplikasi browser yang berbeda dengan setiap pengunjung.

4.      Menentukan struktur website
Struktur website diperlukan untuk memberikan kemudahan dalam mengelola suatu website.  Tentunya struktur tersebut harus disesuaikan dengan isi dari website.  Dengan memiliki struktur yang terorganisasi dengan baik, suatu website akan memberikan kemudahan dalam navigasi, editing dan pemeliharaan website tersebut.
5.      Desain website
Faktor keindahan desain tampilan dari suatu website merupakan salah satu faktor yang paling penting dalam menetukan keberhasilan suatu website, selain faktor kecepatan loadingSuatu situs yang baik memiliki suatu kesatuan desain bisa dikatakan memiliki kesamaan tema dalam halaman-halaman webnya.  Hal ini penting dalam segi estetika maupun segi navigasi.  Kesamaan desain yang biasanya dipertahankan antara lain kesamaan jenis font yang digunakan, warna, tombol navigasi (menu), letak menu dan sebagainya.  Karena itu sangatlah penting bagi seorang web designer untuk mengetahui aturan-aturan  yang berlaku dalam mendesain suatu websiteHal ini diperlukan agar desain dari website yang akan  dibangun tidak terkesan sekedarnya. 
Adapun hal-hal yang penting untuk diketahui seorang web designer adalah sebagai berikut:
a.     Prinsip-prinsip dasar desain
             Untuk membangun suatu website yang baik, seorang web designer sebaiknya memperhatikan prinsip-prinsip yang ada, terlepas ia mempunyai bakat seni atau tidak.  Adapun prinsip-prinsip yang harus diperhatikan antara lain  (komputek, 2001):
1.      Unik
Yang dimaksud  dengan unik dalam mendesain suatu website adalah kesadaran seorang designer untuk tidak meniru atau menggunakan  karya orang lain.
2.      Komposisi
Untuk memperindah tampilan halaman web, seorang web designer harus betul-betul memahami komposisi, baik bentuk maupun warna yang akan digunakan dalam website yang dibuatnya.
3.     Simple
Banyak dari seorang web designer yang memegang prinsip-prinsip “ Keep it Simple”.  Hal ini ditujukan agar tampilan website terlihat rapi, bersih dan informatif.
4.     Semiotik
Arti semiotik adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda-tanda.  Dalam hal ini diharapkan pengunjung dapat dengan dengan mudah dan cepat mengerti  ketika melihat tanda dan gambar yang ada dalam suatu website.
5.      Ergonomis
Ergonomis dalam mendesain website adalah kepunyaan yang akan didapatkan pengunjung dalam membaca dan kecepatan yang akan diperoleh pengunjung dalam mencari informasi.  Hal-hal yang perlu diperhatiakan oleh seorang webdesigner untuk mencapai prinsip ini adalah :
a)    Pemilihan ukuran fonts yang tepat sehingga mudah dibaca.
b)    Menempatkan link sedemikian rupa sehingga mudah dan cepat untuk diakses dan yang lebih penting lagi adalah suatu website terlihat lebih informatif.
6.      Fokus
Fokus adalah hierarki prioritas dari pesan yang akan disampaikan.  Dengan adanya fokus tersebut, diharapkan pengunjung dapat memahami dan menentukan pesan mana yang lebih dahulu harus dibaca atau dilihat.
7.      Konsistensi
Konsistensi adalah pemilihan bentuk atau style yang digunakan pada elemen-elemen perancangan web dan digunakan pada semua halaman website Website yang konsiten akan memberikan identitas tersendiri dan mampu memperlihatkan visi serta misi dari website tersebut

b.     Elemen-elemen desain
Desain grafis khususnya dalam halaman-halaman web terdiri dari beberapa elemen sebagai berikut (Ariesto Hadi Sutopo,2002):
1.      Teks adalah bagian yang paling utama untuk menampilkan informasi
2.      Grafik atau Image merupakan elemen yang dapat membantu menjelaskan informasi.  Dengan penggunaan grafik maupun image orang lebih mudah memahami suatu pesan.
3.      Animasi merupakan sarana untuk menampilkan informasi dengan baik, disamping animasi merupakan daya tarik yang mudah diingat pengunjung.
4.      Video dapat merupakan hasil suatu rekaman dengan kamera video maupun hasil pengolahan dengan komputer.
5.      Suara melengkapi desain web, memberikan efek khusus pada suatu tampilan animasi serta memberikan kenyaman bagi pengunjung yang mendengarkannya
6.     Interaktive link dapat menggunakan button yang berupa teks, simbol, grafik, maupun image, yang berfungsi untuk memudahkan pengunjung dalam menyelusuri suatu website.



c.     Konsep desain
Pada intinya konsep mendesain tampilan website sangat berkaitan dengan              desain gra-fis , dan pada dasarnya mengikut prinsip desain grafis secara umum.  Oleh karena itu alangkah baiknya jika dalam mendesain halaman tampilan website juga memperhatikan prinsip desain.  Prinsip-prinsip desain tersebut adalah:
1.      Komunikatif
Prinsip komunikatif berhubungan dengan corporate identity, isi pesan serta audiens.
2.      Estetis
Fungsi dari estetis ini adalah memberikan suatu keindahan, sehingga lebih  menarik minat pengunjung untuk lebih menggali informasi yang ditawarkan dari suatu website.
3.      Ekonomis
Desain web harus memperhatiakan faktor ekonomis dalam arti ukuran file yang digunakan.  Hal tersebut berkaitan erat dengan kecepatan akses yang ditawarkan suatu website.

Untuk mendapatkan desain yang komunikatif, estetis dan ekonomis        hendaknya seorang web designer perlu memperhatikan pedoman-pedoman yang ada untuk membuat tata letak suatu tampilan, yaitu dalam mengatur elemen-elemen layout.  Pedoman yang dimaksud adalah:
1.      Kesatuan
Elemen-elemen layout dari halaman harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga merupakan kesatuan informasi pada satu halaman atau beberapa halaman.
2.      Balance
Elemen-elemen layout dari halaman harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga terdapat keseimbangan secara keseluruhan
3.      Kontras
Diperlukan untuk menonjolkan bagian yang dianggap lebih penting dari bagian lainnya.  Kontras dapat dinyatakan dengan membedakan ukuran serta warna dari elemen-elemen layout.
4.      Kontinyuitas
Informasi lebih dimengerti oleh pengguna bila mempunyai aliran-aliran yang baik, sedikit gangguan yang menghambatnya.  Suatu aliran informasi dapat dikatakan kontinyu dan harmonis bila tampilannya mencerminkan kesinambungan dari satu bagian ke bagian lain.  Kontinuitas dapat dibuat dengan membuat halaman-halaman mempunyai gaya, bentuk atau warna yang memberikan pengguna merasakan kesinambunagn dengan halaman lainnya.          

   3.   Pembuatan Layout
Bermacam-macam langkah yang digunakan untuk membuat layout dari suatu website. Berikut ini merupakan proses yang secara umum banyak dilakukan dalam pembuatan layout.
a.     Membuat sketsa desain
Seorang desainer bisa saja menuangkan ide dalam pembuatan interface dengan terlebih dahulu membuat sketsa di atas kertas.  Namun untuk kebanyakan orang, langkah ini biasanya dilewatkan dan langsung pada langkah pembuatan layout desain dengan menggunakan software.
b.     Membuat layout desain
Banyak software yang dapat digunakan membuat layout.  Salah satu diantaranya adalah Macromedia, proses ini dikerjakan setelah pembuatan sketsa desain.  Namun terkadang pembuatan layout merupakan proses yang pertama kali dikerjakan.
c.     Membagi gambar menjadi potongan-potongan kecil
Proses ini diperlukan untuk  meng-optimize waktu download.
d.     Membuat animasi
Animasi diperlukan untuk menghidupkan atau menjadikan website lebih interaktif
e.     Membuat HTML
Setelah merapikan layout desain lengkap dengan tombol, image, teks, script HTML, hal yang perlu dilakukan kemudian adalah membuat layout ke dalam format HTML.
           
LayOut Menggunakan tabel
Table tidak hanya dapat berfungsi sebagai penampil data-data saja, namun dapat juga dipakai untuk mengatur tampilan situs yang lebih rumit.
Dalam sebuah situs web, kita sering mendengar kata “homepage”. Ini artinya adalah halaman muka, atau halaman yang pertama kali dilihat oleh user. Halaman muka biasanya berbeda dengan halaman-halaman yang lain. Halaman muka tersebut dirancang untuk mewakili isi keseluruhan dari situs. Perhatikan situs http://cnn.com Halaman utama situs cnn:
Halaman isi situs cnn
Perhatikan layoutnya mirip dengan yang kita bicarakan tadi bukan?.
Sekarang kita mulai saja membuat situs umum yang mirip dengan desain di atas. Yang tertulis disini merupakan pengalaman penulis yang dirasa cukup efisien dalam pembuatannya. Tutorial ini menggabungkan dua software, yaitu photoshop dan dreamweaver. Gambar tersebut sebelumnya kita buat di photoshop, kemudian kita potong-potong kemudian digabung lagi dalam dreamweaver dengan menggunakan table. Jadi disini intinya adalah, jika kita mendesain situs dengan tampilan yang kompleks, sebelumnya kita buat tampilannya dalam photoshop. Aturlah komponen-komponen web seperti link, gambar, dan lain-lain sampai membentuk tampilan yang kita inginkan. Aplikasikan dasar-dasar dalam mendesain situs disini. Buatlah tampilan semenarik mungkin dengan tanpa membingungkan user ketika melihat situs kita. Setelah selesai, kita potong gambar-gambar yang diperlukan untuk membuat tampilan seperti itu. Sekarang kita pelajari teknisnya.

Kita akan membuat tampilan yang kompleks seperti halaman di atas dengan menggunakan bantuan table.
Ketika desain dalam photoshop anda sudah selesai, sekarang anda menentukan bagian mana yang harus dimasukkan dalam bentuk gambar dan bagian mana yang bisa dibuat background.

http://rikoredish.multiply.com

Selasa, 07 Desember 2010

Ciri-ciri Makhluk Hidup

1. Membutuhkan nutrisi
Setiap makhluk hidup memerlukan nutrisi. Tumbuhan memerlukan nutrisi berupa zat organik, sedangkan jamur, protozoa, invertebrata, vertebrata, dan manusia memerlukan zat anorganik. Tujuannya untuk menghasilkan energy, pertumbuhan, perkembangan, dan mengganti sel-sel yang usang.
2. Transportasi sel
Yaitu pengangkutan zat dari bagian tubuh yang satu ke bagian tubuh yang lain.
3. Respirasi
Merupakan proses pemecahan zat organik ( karbohidrat, lemak, protein) menjadi zat anorganik. Tujuan utama respirasi untuk menghasilkan energi. Proses respirasi dibedakan menjadi 2 berdasarkan kebutuhan oksigennya yaitu :
a. Respirasi aerobik
Yaitu respirasi dengan menggunakan oksigen
b. Respirasi anaerobic
Yaitu respirasi dengan tidak menggunakan oksigen.
Jumlah energi yang dihasilkan pada proses aerob lebih banyak dari proses anaerob.
4. Metabolisme
Yaitu perubahan reaksi kimia beserta perubahan energi yang menyertainya yang dibantu oleh enzim. Metabolisme dibedakan menjadi 2 yaitu :
a. Anabolisme
Reaksi penyusunan zat organik sederhana menjadi zat organik kompleks
b. Katabolisme
Reaksi penguraian zat organik komplek menjadi zat organik sederhana
5. Ekskresi
Adalah pengeluaran zat senyawa sisa-sisa proses metabolisme. Sisa metabolisme yang dikeluarkan melalaui proses ekskresi misalnya karbon dioksida, uap air, dan amonia
6. Pertumbuhan dan perkembangan
Pertumbuhan adalah proses penyusunan dan penumpukan zat organik menyebabkan organism mengalami pertambahan jumlah senyawa kimia, volume sel, dan jumlah sel. Sedangkan perkembangan adalah proses perubahan menuju dewasa. Pada manusia misalnya terjadi perubahan zigot menjadi embrio kemudian menjadi janin dan pada usia tertentu terjadi proses menjadi dewasa.
7. Reproduksi
Kemampuan menghasilkan keturunan baru yang hampir sama dengan induknya. Setiap jenis organism pasti melakukan proses reproduksi untuk melestarikan jenisnya.
8. Peka terhadap rangsang
Organisme peka terhadap rangsang dari sekitar dan bereaksi terhadap rangsangan tersebut. Contohnya, bunga putri malu akan tertutup daunnya apabila disentuh
9. Adaptasi
Organisme memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Penyesuaian diri terhadap lingkungan pada relatif singkat atau pendek disebut toleransi. Sedangkan penyesuaian diri terhadap lingkungan dalam waktu relatif lama disebut adaptasi.
10. Bergerak
Organisme bergerak dengan kekuatannya sendiri.
11. Memiliki gen
Setiap organisme memiliki suatu unit pewaris sifat yang mengontrol sifat fisik, kimia, dan perilaku menurun lainnya.

Jaringan pada tumbuhan

A. Jaringan Meristem
Adalah merupakan jaringan yang selalu membelah tetapi belum berdeferensiasi. Terletak pada ujung batang, ujung akar, pucuk apikal
Berdasarkan cara terbentuknya, meristem dibagi menjadi :
• Promeristem
Jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih ada dalam masa embrional.
• Meristem primer
Jaringan meristem yang tumbuhnya memanjang yang dipengaruhi oleh sel embrional yang selalu membelah diri.
• Meristem sekunder
Atau dapat dikatakan pula jaringan dewasa. Merupakan jaringan meristem yang tumbuhnya menyamping yang dipengaruhi oleh kambium. Kambium adalah lapisan sel-sel tumbuhan yang aktif membelah dan terdapat diantara xilem dan floem.
Aktivitas kambium menyebabkan pertumbuhan skunder, sehingga batang tumbuhan menjadi besar . Ini terjadi pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae(tumbuhan berbiji terbuka.
Berdasarkan letak meristemnya,jaringan meristem dibagi menjadi :

• Meristem apikal
• Meristem lateral
• Meristem interkalar

B. Jaringan Permanen
Jaringan permanen merupakan jaringan yang tidak memebelah tetapi berdeferensiasi.
1. Jaringan epidermis
Ciri-ciri :
• Bentuk sel seperti balok
• Tidak memiliki klorofil
• Biasanya terdiri dari 1 lapisan yang terletak pada lapisan paling luar
Fungsinya untuk melindungi jaringan lainnya.

2. Jaringan parenkim
Merupakan jaringan terbesar karena mengisi sebagian besar jaringan di tubuh tumbuhan. Bentuk sel parenkim bermacam-macam. Sel parenkim yang mengandung klorofil disebut klorenkim, yang mengandung rongga-rongga udara disebut aerenkim.
Ciri-ciri :
• Umumnya berbentuk besar dan berdinding tipis
• Susunan selnya tidak rapat
• Banyak mengandung vakuola
• Banyak mengandung rongga-rongga antarsel
• Terdiri dari sel-sel hidup
• Ukuran selnya besar
Fungsinya : fotosintesis, dapat menyimpan makanan, air, udara, dan transportasi (keluar masuknya zat melalui lentisel dan stomata).
Menurut fungsinya, parenkim dibedakan menjadi :
• Parenkim fotosintesis
• Parenkim penyimpan bahan makanan
• Parenkim penyimpan air
• Parenkim penyimpan udara
• Parenkim transportasi
Menurut bentuknya, parenkim dibedakan menjadi :
• Parenkim palisade
• Parenkim bunga karang
• Parenkim bintang
• Parenkim lipatan

3. Jaringan penyokong
Nama lainnya stereon. Fungsinya untuk menguatkan bagian tubuh tumbuhan. Terdiri dari kolenkim dan sklerenkim.
• Jaringan kolenkim
Jaringan yang dindingnya mengalami penebalan dari selulosa dan pektin. Banyak terdapat pada tumbuhan muda.
• Jaringan sklerenkim
Jaringan yang dindingnya mengalami penebalan dari lignin.
Sklerenlim dibagi menjadi 2 yaitu :
• Sklereid (sel batu)
Ciri-ciri :
• Selnya sudah mati
• Berbentuk bulat berdinding keras
Contohnya : tempurung kelapa dan tempurung kacang kenari
• Sel serabut
Cirri-ciri :
• Berbentuk panjang
• Umumnya terdapat pada permukaan batang
Contohnya : serabut nanas

4. Jaringan pengangkut
Jaringan pengangkut bertugas mengangkut zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan.
Jaringan pengangkut ada 2 :
• Xylem (pembuluh kayu) : mengangkat air dan garam dari akar ke daun.
• Sel-sel penyusunnya : trakeid, trakhea, dan parenkim xilem

• Floem (pembuluh tapis) : mengangkat air dan garam dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.
• Terdiri dari sel-sel yang hidup, berdinding selulosa, dan dinding melintangnya berpori
Xylem dan floem bersatu membentuk suatu ikatan pembuluh angkut. Macam-macam pembuluh angkut :
1. Ikatan pembuluh kolateral, xylem dan floem yang letaknya bersebelahan di dalam suatu jari-jari.
• Kolateral terbuka : antara xylem dan floem terdapat kambium
• Kolateral tertutup : antara xylem dan floem tidak terdapat kambium
2. Ikatan pembuluh bikolateral, xylem diapit floem,terletak pada radius yang sama.
3. Ikatan pembuluh radial, xylem dan floem letaknya bersebelahan tetapi tidak berada di dalam jari-jari yang sama.
4. Ikatan pembuluh konsentris, xylem dan floem membentuk cincin silindris.
• Amfrikribal : letak xylem ditengah dan dikelilingi floem
• Amfivasal : letak floem ditengah dan dikelilingi xylem

Kultur Jaringan

Sel tumbuhan mempunyai kemampuan untuk tumbuh menjadi tanaman yang sempurna bila diletakkan dalam lingkungan yang sesuai. Kemampuan itu dinamakan totipotensi. Totipotensi hewan lebih rendah dari totipotensi tumbuhan. Totipotensi hewan tingkat rendah lebih tinggi daripada totipotensi hewan tingkat tinggi. Totipotensi tumbuhan dilakukan dengan cara kultur jaringan.
Pengertian Kultur Jaringan
Kultur Jaringan adalah metode pembudidayaan suatu jaringan tanaman secara vegetative menjadi tanaman kecil yang memiliki sifat sama dengantanaman asalnya. Agar tanaman sempurna, Ada beberapa persyaratan yang harus dilakuakn agar kultur jaringan dapat berhasil baik, yaitu :
a. Pemilihan bahan tanaman (eksplan) yang baik, biasanya diambil dari jaringan meristem.
b. Medium yang cocok. Medium ini harus mengandung 5 kelompok senyawa. Yaitu, garam anorganik, sumber karbon, vitamin, zat pengatur tumbuh, dan pelengkap organik.
c. Pengambilan eksplan secara steril
d. Pengaturan udara yang baik
Teknik Kultur Jaringan
Berdasarkan bahan yang akan dikulturkan, kultur jaringan dibagi menjadi :
a. Kultur embrio, yaitu eksplan berupa embrio tanaman. Contoh: perbanyakan kelapa
b. Kultur jaringan sel, yaitu eksplan berupa sel. Contoh: perbanyak tanaman anggrek, kacang hijau, jagung, dan gandum.
c. Kultur meristem, yaitu eksplan berupa jaringan muda. Contoh: pucuk batang atau tunas.
d. Kultur pollen, yaitu eksplan berupa benang sari.
e. Kultur protoplas, yaitu eksplan berupa sel jaringan hidup tanpa dinding sel.
Manfaat Kultur Jaringan
Manfaat Kultur Jaringan :
a. Menghasilkan tanaman baru dalam jumlah besar dalam waktu singkat dengan sifat sama dengan induknya.
b. Mendapatkan tanaman yang bebas dari penyakit dan virus.
c. Melestarikan jenis tanaman yang hamper punah/langka.
d. Mempertahankan keaslian sifat-sifat tanaman.
e. Memperbanyak tanaman yang sukar diperbanyak secara tradisional.
f. Mengurangi tekanan musim.

Sistem Klasifikasi

1. Sistem 2 Kingdom (carolus Linnaeus)

1) Kingdom Plantae

Ciri-cirinya memiliki dinding sel yang tersusun dari selulosa sehingga selnya kaku, berklorofil sehingga selnya mampu berfotosintesis.

Yang termasuk kerajaan tumbuhan adalah bakteri, jamur, alga, lumut jamur, paku-pakuan, dan tumbuhan berbiji.

2) Kingdom Animalia

Ciri-cirinya tidak berdinding sel, tidak berklorofil, dapat bergerak bebas.

Yang termasuk kerajaan hewan yaitu Protozoa, Porifera, Coelenterata, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, Chordata.

2. Sistem 3 Kingdom (Ernst Haeckel)

1) Kingdom Plantae

Organisme yang umumnya bersifat autrotof, eukariot multiseluler, dan bereproduksi dengan spora.

2) Kingdom Animalia

Organisme yang umumnya bersifat heterotrof, dan eukariot multiseluler.

3) Kingdom Protista

Ciri-cirinya tubuh tersusun atas satu sel dan banyak sel yang belum terdiferensiasi.

Yang termasuk kingdom Protista adalah semua organisme bersel satu misalnya amoeba dan alga.

3. Sistem 4 Kingdom (Herbert Copeland)

1) Kingdom Monera

Ciri-cirinya memiliki inti tanpa membrane (prokarion)

2) Kingdom Protista

3) Kingdom Plantae

4) Kingdom Animalia

4. Sistem 5 Kingdom (Robert H. Whittaker)
1) Kingdom Monera

Ciri-cirinya organisme yang prokariotik (sel tidak memiliki membrane inti), tidak memiliki mitokondria, reticulum endoplasma, badan golgi, lisosom.

Yang termasuk kingdom Monera yaitu Archaebacteria, Eubacteria.

2) Kingdom Protista

3) Kingdom Fungi

Ciri-cirinya selnya eukariotik, heterotrof (menyerap zat organic dari lingkungan), tidak berklorofil, dinding sel dari zat kitin, sebagian besar hidup saprofit dan parasit.

Yang termasuk kingdom fungi yaitu semua jamur kecuali jamur lendir dan jamur air.

4) Kingdom Plantae

5) Kingdom Animalia

5. Sistem 6 Kingdom (Carl Woese)

1) Plantae

2) Animalia

3) Eubacteria

Ciri-cirinya prokariot bersel Satu

4) Archaebacteria

5) Protista

6) Fungi

Pemberian nama spesies (binomial nomenklatur)

1. Nama spesies terdiri dari dua kata dalam bahasa latin.

Contohnya : Carica papaya (pepaya)

2. Nama pertama merupakan nama genus

Contonya : Solanum tuberosum (kentang). Solanum merupakan nama genus, maka dari itu menggunakan huruf capital.

3. Nama kedua merupakan nama spesifik

Contohnya : Gnetum gnemon (melinjo). Gnemon merupakan nama spesiesnya, maka dari itu memakai huru kecil.

4. Nama spesies dicetak miring atau digaris bawah

Ciri – ciri Ilmu Pengetahuan Alam

1. Memiliki Objek Kajian berupa benda-benda konkret

Benda-benda konkret adalah benda-benda yang dapat ditangkap oleh indra kita. Seadainya indra kita tidak dapat menagkapnya, maka dibantu oleh alat-alat yang mampu menangkap bendanya.

Objek kajian IPA dibedakan menjadi 3, yaitu objek kajian fisika yaitu benda-benda alam termasuk benda-benda angkasa. Objek kajian kimia yaitu zat0zat kimia yang meliputi sifat dan reaksi-reaksinya. Dan objek kajian biologi yaitu makhluk hidup yang berkaitan dengan struktur dan fungsinya.

2. Dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris

IPA dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris (nyata) sesuai dengan apa yang dirasakan setiap orang.

3. Memiliki langkah-lagkah sistematis

4. Menggunakan cara berpikir logis

Maksudnya berpikir dengan menggunakan logika. Kesimpulan ditarik berdasarkan logika-logika tersebut baik secara deduktif maupun induktif.

Berpikir deduktif yaitu berpikir dengan menarik kesimpulan yang bersifat umum menjadi khusus.

Contohnya : semua makhluk hidup memerlukan oksigen untuk bernafas. Tumbuhan adalah makhluk hidup. Jadi tumbuhan memerlukan oksigen untuk bernafas.

Berpikir induktif yaitu berpikir dengan menarik kesimpulan yang bersifat khusus menjadi umum.

Contohnya : anjing mati, kucing mati, tumbuhan mati, manusia mati. Anjing, kucing, tumbuhan, dan manusia adalah makhluk hidup. Jadi kesimpulannya semua makhluk hidup akan mati

5. Hasilnya Objektif

IPA tidak memihak kepada siapa pun. Selain memihak kepada kebenaran ilmiah

6. Hasilnya berupa hukum-hukum yang berlaku umum

Maksudnya adalah dimana pun diberlakukan (secara universal)