Selasa, 07 Desember 2010

Kultur Jaringan

Sel tumbuhan mempunyai kemampuan untuk tumbuh menjadi tanaman yang sempurna bila diletakkan dalam lingkungan yang sesuai. Kemampuan itu dinamakan totipotensi. Totipotensi hewan lebih rendah dari totipotensi tumbuhan. Totipotensi hewan tingkat rendah lebih tinggi daripada totipotensi hewan tingkat tinggi. Totipotensi tumbuhan dilakukan dengan cara kultur jaringan.
Pengertian Kultur Jaringan
Kultur Jaringan adalah metode pembudidayaan suatu jaringan tanaman secara vegetative menjadi tanaman kecil yang memiliki sifat sama dengantanaman asalnya. Agar tanaman sempurna, Ada beberapa persyaratan yang harus dilakuakn agar kultur jaringan dapat berhasil baik, yaitu :
a. Pemilihan bahan tanaman (eksplan) yang baik, biasanya diambil dari jaringan meristem.
b. Medium yang cocok. Medium ini harus mengandung 5 kelompok senyawa. Yaitu, garam anorganik, sumber karbon, vitamin, zat pengatur tumbuh, dan pelengkap organik.
c. Pengambilan eksplan secara steril
d. Pengaturan udara yang baik
Teknik Kultur Jaringan
Berdasarkan bahan yang akan dikulturkan, kultur jaringan dibagi menjadi :
a. Kultur embrio, yaitu eksplan berupa embrio tanaman. Contoh: perbanyakan kelapa
b. Kultur jaringan sel, yaitu eksplan berupa sel. Contoh: perbanyak tanaman anggrek, kacang hijau, jagung, dan gandum.
c. Kultur meristem, yaitu eksplan berupa jaringan muda. Contoh: pucuk batang atau tunas.
d. Kultur pollen, yaitu eksplan berupa benang sari.
e. Kultur protoplas, yaitu eksplan berupa sel jaringan hidup tanpa dinding sel.
Manfaat Kultur Jaringan
Manfaat Kultur Jaringan :
a. Menghasilkan tanaman baru dalam jumlah besar dalam waktu singkat dengan sifat sama dengan induknya.
b. Mendapatkan tanaman yang bebas dari penyakit dan virus.
c. Melestarikan jenis tanaman yang hamper punah/langka.
d. Mempertahankan keaslian sifat-sifat tanaman.
e. Memperbanyak tanaman yang sukar diperbanyak secara tradisional.
f. Mengurangi tekanan musim.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar