1. Membutuhkan nutrisi
Setiap makhluk hidup memerlukan nutrisi. Tumbuhan memerlukan nutrisi berupa zat organik, sedangkan jamur, protozoa, invertebrata, vertebrata, dan manusia memerlukan zat anorganik. Tujuannya untuk menghasilkan energy, pertumbuhan, perkembangan, dan mengganti sel-sel yang usang.
2. Transportasi sel
Yaitu pengangkutan zat dari bagian tubuh yang satu ke bagian tubuh yang lain.
3. Respirasi
Merupakan proses pemecahan zat organik ( karbohidrat, lemak, protein) menjadi zat anorganik. Tujuan utama respirasi untuk menghasilkan energi. Proses respirasi dibedakan menjadi 2 berdasarkan kebutuhan oksigennya yaitu :
a. Respirasi aerobik
Yaitu respirasi dengan menggunakan oksigen
b. Respirasi anaerobic
Yaitu respirasi dengan tidak menggunakan oksigen.
Jumlah energi yang dihasilkan pada proses aerob lebih banyak dari proses anaerob.
4. Metabolisme
Yaitu perubahan reaksi kimia beserta perubahan energi yang menyertainya yang dibantu oleh enzim. Metabolisme dibedakan menjadi 2 yaitu :
a. Anabolisme
Reaksi penyusunan zat organik sederhana menjadi zat organik kompleks
b. Katabolisme
Reaksi penguraian zat organik komplek menjadi zat organik sederhana
5. Ekskresi
Adalah pengeluaran zat senyawa sisa-sisa proses metabolisme. Sisa metabolisme yang dikeluarkan melalaui proses ekskresi misalnya karbon dioksida, uap air, dan amonia
6. Pertumbuhan dan perkembangan
Pertumbuhan adalah proses penyusunan dan penumpukan zat organik menyebabkan organism mengalami pertambahan jumlah senyawa kimia, volume sel, dan jumlah sel. Sedangkan perkembangan adalah proses perubahan menuju dewasa. Pada manusia misalnya terjadi perubahan zigot menjadi embrio kemudian menjadi janin dan pada usia tertentu terjadi proses menjadi dewasa.
7. Reproduksi
Kemampuan menghasilkan keturunan baru yang hampir sama dengan induknya. Setiap jenis organism pasti melakukan proses reproduksi untuk melestarikan jenisnya.
8. Peka terhadap rangsang
Organisme peka terhadap rangsang dari sekitar dan bereaksi terhadap rangsangan tersebut. Contohnya, bunga putri malu akan tertutup daunnya apabila disentuh
9. Adaptasi
Organisme memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Penyesuaian diri terhadap lingkungan pada relatif singkat atau pendek disebut toleransi. Sedangkan penyesuaian diri terhadap lingkungan dalam waktu relatif lama disebut adaptasi.
10. Bergerak
Organisme bergerak dengan kekuatannya sendiri.
11. Memiliki gen
Setiap organisme memiliki suatu unit pewaris sifat yang mengontrol sifat fisik, kimia, dan perilaku menurun lainnya.
Selasa, 07 Desember 2010
Jaringan pada tumbuhan
A. Jaringan Meristem
Adalah merupakan jaringan yang selalu membelah tetapi belum berdeferensiasi. Terletak pada ujung batang, ujung akar, pucuk apikal
Berdasarkan cara terbentuknya, meristem dibagi menjadi :
• Promeristem
Jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih ada dalam masa embrional.
• Meristem primer
Jaringan meristem yang tumbuhnya memanjang yang dipengaruhi oleh sel embrional yang selalu membelah diri.
• Meristem sekunder
Atau dapat dikatakan pula jaringan dewasa. Merupakan jaringan meristem yang tumbuhnya menyamping yang dipengaruhi oleh kambium. Kambium adalah lapisan sel-sel tumbuhan yang aktif membelah dan terdapat diantara xilem dan floem.
Aktivitas kambium menyebabkan pertumbuhan skunder, sehingga batang tumbuhan menjadi besar . Ini terjadi pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae(tumbuhan berbiji terbuka.
Berdasarkan letak meristemnya,jaringan meristem dibagi menjadi :
• Meristem apikal
• Meristem lateral
• Meristem interkalar
B. Jaringan Permanen
Jaringan permanen merupakan jaringan yang tidak memebelah tetapi berdeferensiasi.
1. Jaringan epidermis
Ciri-ciri :
• Bentuk sel seperti balok
• Tidak memiliki klorofil
• Biasanya terdiri dari 1 lapisan yang terletak pada lapisan paling luar
Fungsinya untuk melindungi jaringan lainnya.
2. Jaringan parenkim
Merupakan jaringan terbesar karena mengisi sebagian besar jaringan di tubuh tumbuhan. Bentuk sel parenkim bermacam-macam. Sel parenkim yang mengandung klorofil disebut klorenkim, yang mengandung rongga-rongga udara disebut aerenkim.
Ciri-ciri :
• Umumnya berbentuk besar dan berdinding tipis
• Susunan selnya tidak rapat
• Banyak mengandung vakuola
• Banyak mengandung rongga-rongga antarsel
• Terdiri dari sel-sel hidup
• Ukuran selnya besar
Fungsinya : fotosintesis, dapat menyimpan makanan, air, udara, dan transportasi (keluar masuknya zat melalui lentisel dan stomata).
Menurut fungsinya, parenkim dibedakan menjadi :
• Parenkim fotosintesis
• Parenkim penyimpan bahan makanan
• Parenkim penyimpan air
• Parenkim penyimpan udara
• Parenkim transportasi
Menurut bentuknya, parenkim dibedakan menjadi :
• Parenkim palisade
• Parenkim bunga karang
• Parenkim bintang
• Parenkim lipatan
3. Jaringan penyokong
Nama lainnya stereon. Fungsinya untuk menguatkan bagian tubuh tumbuhan. Terdiri dari kolenkim dan sklerenkim.
• Jaringan kolenkim
Jaringan yang dindingnya mengalami penebalan dari selulosa dan pektin. Banyak terdapat pada tumbuhan muda.
• Jaringan sklerenkim
Jaringan yang dindingnya mengalami penebalan dari lignin.
Sklerenlim dibagi menjadi 2 yaitu :
• Sklereid (sel batu)
Ciri-ciri :
• Selnya sudah mati
• Berbentuk bulat berdinding keras
Contohnya : tempurung kelapa dan tempurung kacang kenari
• Sel serabut
Cirri-ciri :
• Berbentuk panjang
• Umumnya terdapat pada permukaan batang
Contohnya : serabut nanas
4. Jaringan pengangkut
Jaringan pengangkut bertugas mengangkut zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan.
Jaringan pengangkut ada 2 :
• Xylem (pembuluh kayu) : mengangkat air dan garam dari akar ke daun.
• Sel-sel penyusunnya : trakeid, trakhea, dan parenkim xilem
• Floem (pembuluh tapis) : mengangkat air dan garam dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.
• Terdiri dari sel-sel yang hidup, berdinding selulosa, dan dinding melintangnya berpori
Xylem dan floem bersatu membentuk suatu ikatan pembuluh angkut. Macam-macam pembuluh angkut :
1. Ikatan pembuluh kolateral, xylem dan floem yang letaknya bersebelahan di dalam suatu jari-jari.
• Kolateral terbuka : antara xylem dan floem terdapat kambium
• Kolateral tertutup : antara xylem dan floem tidak terdapat kambium
2. Ikatan pembuluh bikolateral, xylem diapit floem,terletak pada radius yang sama.
3. Ikatan pembuluh radial, xylem dan floem letaknya bersebelahan tetapi tidak berada di dalam jari-jari yang sama.
4. Ikatan pembuluh konsentris, xylem dan floem membentuk cincin silindris.
• Amfrikribal : letak xylem ditengah dan dikelilingi floem
• Amfivasal : letak floem ditengah dan dikelilingi xylem
Adalah merupakan jaringan yang selalu membelah tetapi belum berdeferensiasi. Terletak pada ujung batang, ujung akar, pucuk apikal
Berdasarkan cara terbentuknya, meristem dibagi menjadi :
• Promeristem
Jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih ada dalam masa embrional.
• Meristem primer
Jaringan meristem yang tumbuhnya memanjang yang dipengaruhi oleh sel embrional yang selalu membelah diri.
• Meristem sekunder
Atau dapat dikatakan pula jaringan dewasa. Merupakan jaringan meristem yang tumbuhnya menyamping yang dipengaruhi oleh kambium. Kambium adalah lapisan sel-sel tumbuhan yang aktif membelah dan terdapat diantara xilem dan floem.
Aktivitas kambium menyebabkan pertumbuhan skunder, sehingga batang tumbuhan menjadi besar . Ini terjadi pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae(tumbuhan berbiji terbuka.
Berdasarkan letak meristemnya,jaringan meristem dibagi menjadi :
• Meristem apikal
• Meristem lateral
• Meristem interkalar
B. Jaringan Permanen
Jaringan permanen merupakan jaringan yang tidak memebelah tetapi berdeferensiasi.
1. Jaringan epidermis
Ciri-ciri :
• Bentuk sel seperti balok
• Tidak memiliki klorofil
• Biasanya terdiri dari 1 lapisan yang terletak pada lapisan paling luar
Fungsinya untuk melindungi jaringan lainnya.
2. Jaringan parenkim
Merupakan jaringan terbesar karena mengisi sebagian besar jaringan di tubuh tumbuhan. Bentuk sel parenkim bermacam-macam. Sel parenkim yang mengandung klorofil disebut klorenkim, yang mengandung rongga-rongga udara disebut aerenkim.
Ciri-ciri :
• Umumnya berbentuk besar dan berdinding tipis
• Susunan selnya tidak rapat
• Banyak mengandung vakuola
• Banyak mengandung rongga-rongga antarsel
• Terdiri dari sel-sel hidup
• Ukuran selnya besar
Fungsinya : fotosintesis, dapat menyimpan makanan, air, udara, dan transportasi (keluar masuknya zat melalui lentisel dan stomata).
Menurut fungsinya, parenkim dibedakan menjadi :
• Parenkim fotosintesis
• Parenkim penyimpan bahan makanan
• Parenkim penyimpan air
• Parenkim penyimpan udara
• Parenkim transportasi
Menurut bentuknya, parenkim dibedakan menjadi :
• Parenkim palisade
• Parenkim bunga karang
• Parenkim bintang
• Parenkim lipatan
3. Jaringan penyokong
Nama lainnya stereon. Fungsinya untuk menguatkan bagian tubuh tumbuhan. Terdiri dari kolenkim dan sklerenkim.
• Jaringan kolenkim
Jaringan yang dindingnya mengalami penebalan dari selulosa dan pektin. Banyak terdapat pada tumbuhan muda.
• Jaringan sklerenkim
Jaringan yang dindingnya mengalami penebalan dari lignin.
Sklerenlim dibagi menjadi 2 yaitu :
• Sklereid (sel batu)
Ciri-ciri :
• Selnya sudah mati
• Berbentuk bulat berdinding keras
Contohnya : tempurung kelapa dan tempurung kacang kenari
• Sel serabut
Cirri-ciri :
• Berbentuk panjang
• Umumnya terdapat pada permukaan batang
Contohnya : serabut nanas
4. Jaringan pengangkut
Jaringan pengangkut bertugas mengangkut zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan.
Jaringan pengangkut ada 2 :
• Xylem (pembuluh kayu) : mengangkat air dan garam dari akar ke daun.
• Sel-sel penyusunnya : trakeid, trakhea, dan parenkim xilem
• Floem (pembuluh tapis) : mengangkat air dan garam dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.
• Terdiri dari sel-sel yang hidup, berdinding selulosa, dan dinding melintangnya berpori
Xylem dan floem bersatu membentuk suatu ikatan pembuluh angkut. Macam-macam pembuluh angkut :
1. Ikatan pembuluh kolateral, xylem dan floem yang letaknya bersebelahan di dalam suatu jari-jari.
• Kolateral terbuka : antara xylem dan floem terdapat kambium
• Kolateral tertutup : antara xylem dan floem tidak terdapat kambium
2. Ikatan pembuluh bikolateral, xylem diapit floem,terletak pada radius yang sama.
3. Ikatan pembuluh radial, xylem dan floem letaknya bersebelahan tetapi tidak berada di dalam jari-jari yang sama.
4. Ikatan pembuluh konsentris, xylem dan floem membentuk cincin silindris.
• Amfrikribal : letak xylem ditengah dan dikelilingi floem
• Amfivasal : letak floem ditengah dan dikelilingi xylem
Kultur Jaringan
Sel tumbuhan mempunyai kemampuan untuk tumbuh menjadi tanaman yang sempurna bila diletakkan dalam lingkungan yang sesuai. Kemampuan itu dinamakan totipotensi. Totipotensi hewan lebih rendah dari totipotensi tumbuhan. Totipotensi hewan tingkat rendah lebih tinggi daripada totipotensi hewan tingkat tinggi. Totipotensi tumbuhan dilakukan dengan cara kultur jaringan.
Pengertian Kultur Jaringan
Kultur Jaringan adalah metode pembudidayaan suatu jaringan tanaman secara vegetative menjadi tanaman kecil yang memiliki sifat sama dengantanaman asalnya. Agar tanaman sempurna, Ada beberapa persyaratan yang harus dilakuakn agar kultur jaringan dapat berhasil baik, yaitu :
a. Pemilihan bahan tanaman (eksplan) yang baik, biasanya diambil dari jaringan meristem.
b. Medium yang cocok. Medium ini harus mengandung 5 kelompok senyawa. Yaitu, garam anorganik, sumber karbon, vitamin, zat pengatur tumbuh, dan pelengkap organik.
c. Pengambilan eksplan secara steril
d. Pengaturan udara yang baik
Teknik Kultur Jaringan
Berdasarkan bahan yang akan dikulturkan, kultur jaringan dibagi menjadi :
a. Kultur embrio, yaitu eksplan berupa embrio tanaman. Contoh: perbanyakan kelapa
b. Kultur jaringan sel, yaitu eksplan berupa sel. Contoh: perbanyak tanaman anggrek, kacang hijau, jagung, dan gandum.
c. Kultur meristem, yaitu eksplan berupa jaringan muda. Contoh: pucuk batang atau tunas.
d. Kultur pollen, yaitu eksplan berupa benang sari.
e. Kultur protoplas, yaitu eksplan berupa sel jaringan hidup tanpa dinding sel.
Manfaat Kultur Jaringan
Manfaat Kultur Jaringan :
a. Menghasilkan tanaman baru dalam jumlah besar dalam waktu singkat dengan sifat sama dengan induknya.
b. Mendapatkan tanaman yang bebas dari penyakit dan virus.
c. Melestarikan jenis tanaman yang hamper punah/langka.
d. Mempertahankan keaslian sifat-sifat tanaman.
e. Memperbanyak tanaman yang sukar diperbanyak secara tradisional.
f. Mengurangi tekanan musim.
Pengertian Kultur Jaringan
Kultur Jaringan adalah metode pembudidayaan suatu jaringan tanaman secara vegetative menjadi tanaman kecil yang memiliki sifat sama dengantanaman asalnya. Agar tanaman sempurna, Ada beberapa persyaratan yang harus dilakuakn agar kultur jaringan dapat berhasil baik, yaitu :
a. Pemilihan bahan tanaman (eksplan) yang baik, biasanya diambil dari jaringan meristem.
b. Medium yang cocok. Medium ini harus mengandung 5 kelompok senyawa. Yaitu, garam anorganik, sumber karbon, vitamin, zat pengatur tumbuh, dan pelengkap organik.
c. Pengambilan eksplan secara steril
d. Pengaturan udara yang baik
Teknik Kultur Jaringan
Berdasarkan bahan yang akan dikulturkan, kultur jaringan dibagi menjadi :
a. Kultur embrio, yaitu eksplan berupa embrio tanaman. Contoh: perbanyakan kelapa
b. Kultur jaringan sel, yaitu eksplan berupa sel. Contoh: perbanyak tanaman anggrek, kacang hijau, jagung, dan gandum.
c. Kultur meristem, yaitu eksplan berupa jaringan muda. Contoh: pucuk batang atau tunas.
d. Kultur pollen, yaitu eksplan berupa benang sari.
e. Kultur protoplas, yaitu eksplan berupa sel jaringan hidup tanpa dinding sel.
Manfaat Kultur Jaringan
Manfaat Kultur Jaringan :
a. Menghasilkan tanaman baru dalam jumlah besar dalam waktu singkat dengan sifat sama dengan induknya.
b. Mendapatkan tanaman yang bebas dari penyakit dan virus.
c. Melestarikan jenis tanaman yang hamper punah/langka.
d. Mempertahankan keaslian sifat-sifat tanaman.
e. Memperbanyak tanaman yang sukar diperbanyak secara tradisional.
f. Mengurangi tekanan musim.
Sistem Klasifikasi
1. Sistem 2 Kingdom (carolus Linnaeus)
1) Kingdom Plantae
Ciri-cirinya memiliki dinding sel yang tersusun dari selulosa sehingga selnya kaku, berklorofil sehingga selnya mampu berfotosintesis.
Yang termasuk kerajaan tumbuhan adalah bakteri, jamur, alga, lumut jamur, paku-pakuan, dan tumbuhan berbiji.
2) Kingdom Animalia
Ciri-cirinya tidak berdinding sel, tidak berklorofil, dapat bergerak bebas.
Yang termasuk kerajaan hewan yaitu Protozoa, Porifera, Coelenterata, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, Chordata.
2. Sistem 3 Kingdom (Ernst Haeckel)
1) Kingdom Plantae
Organisme yang umumnya bersifat autrotof, eukariot multiseluler, dan bereproduksi dengan spora.
2) Kingdom Animalia
Organisme yang umumnya bersifat heterotrof, dan eukariot multiseluler.
3) Kingdom Protista
Ciri-cirinya tubuh tersusun atas satu sel dan banyak sel yang belum terdiferensiasi.
Yang termasuk kingdom Protista adalah semua organisme bersel satu misalnya amoeba dan alga.
3. Sistem 4 Kingdom (Herbert Copeland)
1) Kingdom Monera
Ciri-cirinya memiliki inti tanpa membrane (prokarion)
2) Kingdom Protista
3) Kingdom Plantae
4) Kingdom Animalia
4. Sistem 5 Kingdom (Robert H. Whittaker)
1) Kingdom Monera
Ciri-cirinya organisme yang prokariotik (sel tidak memiliki membrane inti), tidak memiliki mitokondria, reticulum endoplasma, badan golgi, lisosom.
Yang termasuk kingdom Monera yaitu Archaebacteria, Eubacteria.
2) Kingdom Protista
3) Kingdom Fungi
Ciri-cirinya selnya eukariotik, heterotrof (menyerap zat organic dari lingkungan), tidak berklorofil, dinding sel dari zat kitin, sebagian besar hidup saprofit dan parasit.
Yang termasuk kingdom fungi yaitu semua jamur kecuali jamur lendir dan jamur air.
4) Kingdom Plantae
5) Kingdom Animalia
5. Sistem 6 Kingdom (Carl Woese)
1) Plantae
2) Animalia
3) Eubacteria
Ciri-cirinya prokariot bersel Satu
4) Archaebacteria
5) Protista
6) Fungi
1) Kingdom Plantae
Ciri-cirinya memiliki dinding sel yang tersusun dari selulosa sehingga selnya kaku, berklorofil sehingga selnya mampu berfotosintesis.
Yang termasuk kerajaan tumbuhan adalah bakteri, jamur, alga, lumut jamur, paku-pakuan, dan tumbuhan berbiji.
2) Kingdom Animalia
Ciri-cirinya tidak berdinding sel, tidak berklorofil, dapat bergerak bebas.
Yang termasuk kerajaan hewan yaitu Protozoa, Porifera, Coelenterata, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, Chordata.
2. Sistem 3 Kingdom (Ernst Haeckel)
1) Kingdom Plantae
Organisme yang umumnya bersifat autrotof, eukariot multiseluler, dan bereproduksi dengan spora.
2) Kingdom Animalia
Organisme yang umumnya bersifat heterotrof, dan eukariot multiseluler.
3) Kingdom Protista
Ciri-cirinya tubuh tersusun atas satu sel dan banyak sel yang belum terdiferensiasi.
Yang termasuk kingdom Protista adalah semua organisme bersel satu misalnya amoeba dan alga.
3. Sistem 4 Kingdom (Herbert Copeland)
1) Kingdom Monera
Ciri-cirinya memiliki inti tanpa membrane (prokarion)
2) Kingdom Protista
3) Kingdom Plantae
4) Kingdom Animalia
4. Sistem 5 Kingdom (Robert H. Whittaker)
1) Kingdom Monera
Ciri-cirinya organisme yang prokariotik (sel tidak memiliki membrane inti), tidak memiliki mitokondria, reticulum endoplasma, badan golgi, lisosom.
Yang termasuk kingdom Monera yaitu Archaebacteria, Eubacteria.
2) Kingdom Protista
3) Kingdom Fungi
Ciri-cirinya selnya eukariotik, heterotrof (menyerap zat organic dari lingkungan), tidak berklorofil, dinding sel dari zat kitin, sebagian besar hidup saprofit dan parasit.
Yang termasuk kingdom fungi yaitu semua jamur kecuali jamur lendir dan jamur air.
4) Kingdom Plantae
5) Kingdom Animalia
5. Sistem 6 Kingdom (Carl Woese)
1) Plantae
2) Animalia
3) Eubacteria
Ciri-cirinya prokariot bersel Satu
4) Archaebacteria
5) Protista
6) Fungi
Pemberian nama spesies (binomial nomenklatur)
1. Nama spesies terdiri dari dua kata dalam bahasa latin.
Contohnya : Carica papaya (pepaya)
2. Nama pertama merupakan nama genus
Contonya : Solanum tuberosum (kentang). Solanum merupakan nama genus, maka dari itu menggunakan huruf capital.
3. Nama kedua merupakan nama spesifik
Contohnya : Gnetum gnemon (melinjo). Gnemon merupakan nama spesiesnya, maka dari itu memakai huru kecil.
4. Nama spesies dicetak miring atau digaris bawah
Contohnya : Carica papaya (pepaya)
2. Nama pertama merupakan nama genus
Contonya : Solanum tuberosum (kentang). Solanum merupakan nama genus, maka dari itu menggunakan huruf capital.
3. Nama kedua merupakan nama spesifik
Contohnya : Gnetum gnemon (melinjo). Gnemon merupakan nama spesiesnya, maka dari itu memakai huru kecil.
4. Nama spesies dicetak miring atau digaris bawah
Ciri – ciri Ilmu Pengetahuan Alam
1. Memiliki Objek Kajian berupa benda-benda konkret
Benda-benda konkret adalah benda-benda yang dapat ditangkap oleh indra kita. Seadainya indra kita tidak dapat menagkapnya, maka dibantu oleh alat-alat yang mampu menangkap bendanya.
Objek kajian IPA dibedakan menjadi 3, yaitu objek kajian fisika yaitu benda-benda alam termasuk benda-benda angkasa. Objek kajian kimia yaitu zat0zat kimia yang meliputi sifat dan reaksi-reaksinya. Dan objek kajian biologi yaitu makhluk hidup yang berkaitan dengan struktur dan fungsinya.
2. Dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris
IPA dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris (nyata) sesuai dengan apa yang dirasakan setiap orang.
3. Memiliki langkah-lagkah sistematis
4. Menggunakan cara berpikir logis
Maksudnya berpikir dengan menggunakan logika. Kesimpulan ditarik berdasarkan logika-logika tersebut baik secara deduktif maupun induktif.
Berpikir deduktif yaitu berpikir dengan menarik kesimpulan yang bersifat umum menjadi khusus.
Contohnya : semua makhluk hidup memerlukan oksigen untuk bernafas. Tumbuhan adalah makhluk hidup. Jadi tumbuhan memerlukan oksigen untuk bernafas.
Berpikir induktif yaitu berpikir dengan menarik kesimpulan yang bersifat khusus menjadi umum.
Contohnya : anjing mati, kucing mati, tumbuhan mati, manusia mati. Anjing, kucing, tumbuhan, dan manusia adalah makhluk hidup. Jadi kesimpulannya semua makhluk hidup akan mati
5. Hasilnya Objektif
IPA tidak memihak kepada siapa pun. Selain memihak kepada kebenaran ilmiah
6. Hasilnya berupa hukum-hukum yang berlaku umum
Maksudnya adalah dimana pun diberlakukan (secara universal)
Benda-benda konkret adalah benda-benda yang dapat ditangkap oleh indra kita. Seadainya indra kita tidak dapat menagkapnya, maka dibantu oleh alat-alat yang mampu menangkap bendanya.
Objek kajian IPA dibedakan menjadi 3, yaitu objek kajian fisika yaitu benda-benda alam termasuk benda-benda angkasa. Objek kajian kimia yaitu zat0zat kimia yang meliputi sifat dan reaksi-reaksinya. Dan objek kajian biologi yaitu makhluk hidup yang berkaitan dengan struktur dan fungsinya.
2. Dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris
IPA dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris (nyata) sesuai dengan apa yang dirasakan setiap orang.
3. Memiliki langkah-lagkah sistematis
4. Menggunakan cara berpikir logis
Maksudnya berpikir dengan menggunakan logika. Kesimpulan ditarik berdasarkan logika-logika tersebut baik secara deduktif maupun induktif.
Berpikir deduktif yaitu berpikir dengan menarik kesimpulan yang bersifat umum menjadi khusus.
Contohnya : semua makhluk hidup memerlukan oksigen untuk bernafas. Tumbuhan adalah makhluk hidup. Jadi tumbuhan memerlukan oksigen untuk bernafas.
Berpikir induktif yaitu berpikir dengan menarik kesimpulan yang bersifat khusus menjadi umum.
Contohnya : anjing mati, kucing mati, tumbuhan mati, manusia mati. Anjing, kucing, tumbuhan, dan manusia adalah makhluk hidup. Jadi kesimpulannya semua makhluk hidup akan mati
5. Hasilnya Objektif
IPA tidak memihak kepada siapa pun. Selain memihak kepada kebenaran ilmiah
6. Hasilnya berupa hukum-hukum yang berlaku umum
Maksudnya adalah dimana pun diberlakukan (secara universal)
Cabang Ilmu Biologi
Berikut ini adalah cabang-cabang dari ilmu biologi :
1. Anatomi - Ilmu yang mempelajari bentuk dan susunan tubuh makhluk hidup.
2. Andrologi - Ilmu yang mempelajari tentang alat reproduksi pria.
3. Algalogi - Ilmu yang mempelajari tentang alga
4. Apiari - Ilmu yang mempelajari tentang lebah termasuk ternak lebah
5. Anatesi - Ilmu yang mempelajari semua segi yang berhubungan dengan operasi atau pembedahan.
6. Analogi - Ilmu yang mempelajari struktur dalam organisme
7. Botani - Ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan dan kehidupannya.
8. Bakteriologi - Ilmu yang mempelajari tentang bakteri
9. Bryologi - Ilmu yang mempelajari tentang lumut.
10. Cryptogamae - Ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan rendah.
11. Dendrologi - Ilmu yang mempelajari tentang pohon dan tanaman berkayu.
12. Dermatologi - Ilmu yang mempelajari tentang kulit.
13. Ekologi - Ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara faktor biotik dan faktor abiotik.
14. Embriologi - Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan suatu organisme semenjak berbentuk telur hingga menjadi embrio.
15. Entomologi - Ilmu yang mempelajari tentang serangga.
16. Etologi - Ilmu yang mempelajari tentang perilaku makhluk.
17. Evolusi - Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhluk hidup mulai dari bentuk yang sederhana hingga kompleks.
18. Endokrinologi - Ilmu yang mempelajari tentang hormone
19. Enzimologi - Ilmu yang mempelajari tentang enzim
20. Fisiologi - Ilmu yang mempelajari tentang fungsi tubuh organisme.
21. Fikologi - Ilmu yang mempelajari tentang alga
22. Genetika - Ilmu yang mempelajari tentang penurunan sifat suatu makhluk hidup kepada keturunannya.
23. Ginekologi - Ilmu yang mempelajari tentang alat reproduksi wanita.
24. Higien - Ilmu yang mempelajari tentang pemeliharaan kesehatan manusia.
25. Histologi - Ilmu yang mempelajari tentang susunan serta fungsi bagian-bagian yang ada pada jaringan makhluk hidup.
26. Helmintologi - Ilmu yang mempelajari tentang cacing dan kehidupannya di alam.
27. Hematologi - Ilmu yang mempelajari tentang darah.
28. Herpetologi - Ilmu yang mempelajari tentang hewan reptil dan amphibi.
29. Iktiologi - Ilmu yang mempelajari tentang ikan.
30. Karsinologi - Ilmu yang mempelajari tentang crustacea
31. Kardiologi - Ilmu yang mempelajari tentang jantung dan pembuluh darah
32. Limnologi - Ilmu yang mempelajari tentang rawa
33. Mikrobiologi - Ilmu yang mempelajari tentang organisme
34. Malakologi - Ilmu yang mempelajari tentang hewan molusca
35. Mamalogi - Ilmu yang mempelajari hewan menyusui
36. Mikologi - Ilmu yang mempelajari jamur
37. Morfologi - Ilmu yang mempelajari bentuk dan struktur luar suatu organisme.
38. Mirmekologi - Ilmu yang mempelajari tentang rayap
39. Nematologi - Ilmu yang mempelajari tentang nematoda
40. Neurologi - Ilmu yang menangani penyimpangan pada sistem saraf
41. Ornitologi - Ilmu yang mempelajari tentang burung dan unggas
42. Organologi - Ilmu yang mempelajari tentang organ
43. Onkologi - Ilmu yang mempelajari tentang kanker dan cara pencegahannya
44. Palaeontologi - Ilmu yang mempelajari tentang kehidupan makhluk hidup di masa lalu serta kehidupannya dengan mempelajari fosil yang berasal dari masa lampau.
45. Parasitologi - Ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk parasit, baik pengaruh terhadap makhluk hidup lainnya maupun kehidupannya.
46. Patologi Ilmu yang mempelajari penyakit dan pengaruhnya terhadap kehidupan organisme.
47. Paleobotani - Ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan di masa lampau.
48. Phanerogamae - Ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan tinggi.
49. Phylogeni - Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhluk hidup dari bentuk tidak sempurna sampai sempurna.
50. Protozoologi - Ilmu yang mempelajari tentang protozoa.
51. Pteridologi - Ilmu yang mempelajari tentang paku – pakuan.
52. Primatologi - Ilmu yang mempelajari tentang primata.
53. Psikologi - Ilmu yang mempelajari tentang kejiwaan manusia.
54. Pulmonologi - Ilmu yang mempelajari tentang paru-paru.
55. Paleozoologi - Ilmu yang mempelajari tentang hewan purba.
56. Rodentiologi - Ilmu yang mempelajari tentang rodentia.
57. Radiologi - Ilmu untuk melihat bagian dalam tubuh manusia menggunakan pancaran atau radiasi gelombang, baik gelombang elektromagnetik maupun gelombang mekanik.
58. Sitologi - Ilmu biologi yang mempelajari tentang susunan serta fungsi bagian-bagian yang ada pada sel makhluk hidup.
59. Sanitasi - Ilmu yang mempelajari tentang pengelolaan kesehatan melalui kebersihan lingkungan.
60. Serologi - Ilmu yang mempelajari tentang serum.
61. Teratologi - Ilmu yang mempelajari kelainan atau cacat embrio dalam masa kandungan.
62. Taksonomi - Ilmu yang mempelajari tentang pengelompokan makhluk hidup.
63. Toksikologi – Ilmu yang mempelajari tentang racun di lingkungan.
64. Urologi - Ilmu yang mempelajari tentang system pengeluaran pada tubuh berupa kemih.
65. Virologi - Ilmu biologi yang mempelajari tentang virus baik pengaruh terhadap makhluk hidup lainnya maupun kehidupannya.
66. Zoologi - Ilmu yang mempelajari tentang hewan serta kehidupannya.
1. Anatomi - Ilmu yang mempelajari bentuk dan susunan tubuh makhluk hidup.
2. Andrologi - Ilmu yang mempelajari tentang alat reproduksi pria.
3. Algalogi - Ilmu yang mempelajari tentang alga
4. Apiari - Ilmu yang mempelajari tentang lebah termasuk ternak lebah
5. Anatesi - Ilmu yang mempelajari semua segi yang berhubungan dengan operasi atau pembedahan.
6. Analogi - Ilmu yang mempelajari struktur dalam organisme
7. Botani - Ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan dan kehidupannya.
8. Bakteriologi - Ilmu yang mempelajari tentang bakteri
9. Bryologi - Ilmu yang mempelajari tentang lumut.
10. Cryptogamae - Ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan rendah.
11. Dendrologi - Ilmu yang mempelajari tentang pohon dan tanaman berkayu.
12. Dermatologi - Ilmu yang mempelajari tentang kulit.
13. Ekologi - Ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara faktor biotik dan faktor abiotik.
14. Embriologi - Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan suatu organisme semenjak berbentuk telur hingga menjadi embrio.
15. Entomologi - Ilmu yang mempelajari tentang serangga.
16. Etologi - Ilmu yang mempelajari tentang perilaku makhluk.
17. Evolusi - Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhluk hidup mulai dari bentuk yang sederhana hingga kompleks.
18. Endokrinologi - Ilmu yang mempelajari tentang hormone
19. Enzimologi - Ilmu yang mempelajari tentang enzim
20. Fisiologi - Ilmu yang mempelajari tentang fungsi tubuh organisme.
21. Fikologi - Ilmu yang mempelajari tentang alga
22. Genetika - Ilmu yang mempelajari tentang penurunan sifat suatu makhluk hidup kepada keturunannya.
23. Ginekologi - Ilmu yang mempelajari tentang alat reproduksi wanita.
24. Higien - Ilmu yang mempelajari tentang pemeliharaan kesehatan manusia.
25. Histologi - Ilmu yang mempelajari tentang susunan serta fungsi bagian-bagian yang ada pada jaringan makhluk hidup.
26. Helmintologi - Ilmu yang mempelajari tentang cacing dan kehidupannya di alam.
27. Hematologi - Ilmu yang mempelajari tentang darah.
28. Herpetologi - Ilmu yang mempelajari tentang hewan reptil dan amphibi.
29. Iktiologi - Ilmu yang mempelajari tentang ikan.
30. Karsinologi - Ilmu yang mempelajari tentang crustacea
31. Kardiologi - Ilmu yang mempelajari tentang jantung dan pembuluh darah
32. Limnologi - Ilmu yang mempelajari tentang rawa
33. Mikrobiologi - Ilmu yang mempelajari tentang organisme
34. Malakologi - Ilmu yang mempelajari tentang hewan molusca
35. Mamalogi - Ilmu yang mempelajari hewan menyusui
36. Mikologi - Ilmu yang mempelajari jamur
37. Morfologi - Ilmu yang mempelajari bentuk dan struktur luar suatu organisme.
38. Mirmekologi - Ilmu yang mempelajari tentang rayap
39. Nematologi - Ilmu yang mempelajari tentang nematoda
40. Neurologi - Ilmu yang menangani penyimpangan pada sistem saraf
41. Ornitologi - Ilmu yang mempelajari tentang burung dan unggas
42. Organologi - Ilmu yang mempelajari tentang organ
43. Onkologi - Ilmu yang mempelajari tentang kanker dan cara pencegahannya
44. Palaeontologi - Ilmu yang mempelajari tentang kehidupan makhluk hidup di masa lalu serta kehidupannya dengan mempelajari fosil yang berasal dari masa lampau.
45. Parasitologi - Ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk parasit, baik pengaruh terhadap makhluk hidup lainnya maupun kehidupannya.
46. Patologi Ilmu yang mempelajari penyakit dan pengaruhnya terhadap kehidupan organisme.
47. Paleobotani - Ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan di masa lampau.
48. Phanerogamae - Ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan tinggi.
49. Phylogeni - Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhluk hidup dari bentuk tidak sempurna sampai sempurna.
50. Protozoologi - Ilmu yang mempelajari tentang protozoa.
51. Pteridologi - Ilmu yang mempelajari tentang paku – pakuan.
52. Primatologi - Ilmu yang mempelajari tentang primata.
53. Psikologi - Ilmu yang mempelajari tentang kejiwaan manusia.
54. Pulmonologi - Ilmu yang mempelajari tentang paru-paru.
55. Paleozoologi - Ilmu yang mempelajari tentang hewan purba.
56. Rodentiologi - Ilmu yang mempelajari tentang rodentia.
57. Radiologi - Ilmu untuk melihat bagian dalam tubuh manusia menggunakan pancaran atau radiasi gelombang, baik gelombang elektromagnetik maupun gelombang mekanik.
58. Sitologi - Ilmu biologi yang mempelajari tentang susunan serta fungsi bagian-bagian yang ada pada sel makhluk hidup.
59. Sanitasi - Ilmu yang mempelajari tentang pengelolaan kesehatan melalui kebersihan lingkungan.
60. Serologi - Ilmu yang mempelajari tentang serum.
61. Teratologi - Ilmu yang mempelajari kelainan atau cacat embrio dalam masa kandungan.
62. Taksonomi - Ilmu yang mempelajari tentang pengelompokan makhluk hidup.
63. Toksikologi – Ilmu yang mempelajari tentang racun di lingkungan.
64. Urologi - Ilmu yang mempelajari tentang system pengeluaran pada tubuh berupa kemih.
65. Virologi - Ilmu biologi yang mempelajari tentang virus baik pengaruh terhadap makhluk hidup lainnya maupun kehidupannya.
66. Zoologi - Ilmu yang mempelajari tentang hewan serta kehidupannya.
Langganan:
Komentar (Atom)