Minggu, 07 Februari 2010

Biji Mata di Atas Nampan

Semasa hidupnya, Hasan Al-Basri termasuk pemuda yang tampan. Dia suka mengenakan pakaian yang bagus dan bekeliling kota Basrah. Suatu ketika, dia terpesona melihat kecantikan dan keindahan tubuh seorang wanita dan membuntutinya. Mengetahua hal itu, wanita cantik itu menoleh," Apakah kamu tidak malu membubtutiku ?"
" Malu kepada siapa ?"
" Malu kepada Allah yang mengetahui mata yang seorang dan rahasia hati."
Karena rasa cinta yang mulai tumbuh di dalam hatinya dan nafsu yang bergejolak, Hasan tak meghiraukan perkataan wanita cantik itu.
Mengetahui Hasan mengikutinya lagi, wanita itu berkata," Mengapa kamu harus membuntutiku ?"
" Sungguh aku tertarik dengan lirikan matamu itu" jawab Hasan Al-Basri
"Pulanglah !...Nanti saya antarkan apa yang kamu suka," jawab wanita itu.
Mendenagar hal itu Hasan Al-Basri semakin berbinar. Ia merasa wanita itu akan membalas cintanya. Karena itu ia segera pulang. Tak lama, datanglah pesuruh wanita itu dengan membawa nampan yang ditutupi sapu tangan.
Hasan yang penasaran lalu membuka nampan tersebut. Betapa terkejutnya ia ketika dibuka ternyata diatas nampan itu terdapat 2 biji mata wanita tersebut.
Pesuruh tersebut lalu berkata," Sungguh majikanku tidak ingin seorang pun terkena fitnah karena kedua matanya"
Apa yang disampaikan oleh pesuruh itu membuat tubuhnya bergetar karena rasa sesalnya. Sambil memegang janggutnya, hasan Al-Basri mencela dirinya," Celaka kamu ini ! Sudah berjanggut, tapi rasa malu mu kalah oleh perempuan itu"
Setelah kejadian itu, hatinya pun menyesal. Ia merasa sangat bersalah. Hingga pada malam harinya, Hasan tak dapat memejamkan matanya. Air matanya mengalir, menyesali tindakannya.
Pagi harinya, dia datang ke rumah wanita itu untuk meminta maaf. Tapi, apa yang dia dapatkan ? ketika sampai di rumah wanita itu, pintu rumahnya tertutup. Dari dalm rumah dia mendengar tangisan banyak perempuan.
"kenapa banyak orang menangis ?" tanyanya
"wanita cantik pemilik rumah ini telah meninggal !"
Mendengar hal itu, Hasan langsung pulang ke rumahnya. Selama 3 hari 3 malam, ia menangis. Kemudian di malam ke -3 ia bermimpi bertemu dengan wanita cantik itu sedang duduk di atas singgasana di dalam surga.
"maafkanlah segal kesalahanku" kata Hasan.
"saya telah memaafkanmu. Saya mendapat banyak kebaikan dari Allah SWT lantaran dirimu.
"sekarang nasihatilah aku"
"Ketika kamu berada di tempat sepi, berzikirlah dan bertobatlah di setiap pagi dan petang"
Pesan perempuan itu pun ditaati. Sejak saat itu, Hasan menghiasi kehidupannya dengan tobat dan zikir. Tak berselang lama, tersebarlah berita Hasan yang dikenal sebagai seorang zahid yang taat beribadah kepada Allah SWT dan ditinggikan derajatnya di sisi Allah SWT. Bahkan Hasan termasuk di antara kekasih Allah SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar