Minggu, 07 Februari 2010

Budak Yang Dicintai Allah

Suatu hari penduduk Mekah dan sekitarnya mengalami musim kemarau yang berkepanjangan. Keadaan seperti itu membuat mereka menderita. Selama 3 hari pun mereka melaksanakan shalat istisqa untuk memohon rahmat Allah agar diturunkan hujan.
Meskipun penduduk Mekah telah melaksanakan salat istisqa, tapi hujan tak kunjung turun. Melihat hal itu. Seorang sufi terkemuka, Abdullah bin Al-Mubarok prihatin. Ia bertekat membantu penduduk kota Mekah keluar dari kesulitan hidup yang mereka hadapi. Karena itu, dia mengasingkan diri dari masyarakat ramai untuk berdoa agar Allah berkenan menurunkan hujan. "semoga Allah berkenan merahmati dan mengabulakan doaku" katanya.
Dia pun keluar dari rumahnya ke tempat yang sepi. Dipilihlah sebuah gua sebagai tempat bermunajat. Namun, belum lama ia di dalam gua, masuklah seorang pemuda bermuka hitam. Dari penampilannya Abdullah bin Al-Mubarok menduga pemuda itu adalah seorang budak.
Setelah berada di dalam gua, pemuda itu mencari tempat yang agak luas. Kemudian pemuda itu melaksanakan shalat 2 rakaat. Seusai shalat, ia bersujud sambil meletakkan kepalanya di atas tanah. Dengan khusyuk dia berdoa,"Ya Allah, sesungguhnya para hambamu telah memohon hujan kepadamu dengan melaksanakan shalat istisqa selama 3 hari, tetapi engkau belum mengabulkan doa mereka. Oleh karena itu, demi kemenanganmu , kepalaku tidak akan ku angkat sampai engkau menurunkan hujan kepada kami"
Mendengar doa dari si pemuda itudan tekadnya, Abdullah bin Al-Mubarok menjadi penasaran "siapa pemuda ini ?" tanya sang sufi penuh heran. Tiba-tiba dari luar gua udara yang semula panas berubah menjadi mendung. Tak berapa lama kemudian turunlah hujan lebat membasahi bumi. Ini berarti doa pemuda itu dikabulkan oleh Allah. Ketika hujan telah turun, pemuda itu mengakhiri sujudnya. Ia melihat ke langit dan mengucapkan rasa syukur kepada Allah. Setelah itu, dia berdiri dan pergi meninggalkan gua.
Abdullah bin Al-Mubarok yang menyaksikan kejadian itu merasa kagum dengan keistimewaan yang dimiliki pemuda itu di sisi Allah. Karena itu, dia mengikuti kemana perginya sang pemuda itu. Ternyata arah perjalanan pemuda itu menuju ke sebuah perkampungan yang cukup ramai. Lalu pemuda itu menuju ke sebuah rumah dan kemudian masuk ke dalamnya.
Abdullah bin Al-Mubarok menghentikan langkahnya tepat di depan rumah itu. Ia menunggu sampai akhirnya ada seorang yang keluar dari dalam rumah. Ia pun bertanya.
"Rumah siapa ini ?"
"Rumah si Fulan" jawab orang tersebut.
Lalu Ia bergegas masuk masuk ke dalam rumah untuk mencari si pemilik rumah. Ketika sudah bertemu dia mengatakan,"saya ingin membeli seorang budak". Kemudian pemilik rumah memperlihatkan semua budaknya.
"bukan yang ini,Saya ingin melihat budak yang lain" kata Abdullah bin Al-Mubarok.
"ada...tapi saya kira tidak pantas bagi anda. Ia seorang budak yang malas"
"tak apa. Aku ingin melihatnya"
Kemudian pemilik budak itu memanggil budak yang dimaksud. Ternyata budak itu adalah pemuda yang melaksanakan shalat dan bermunajat di gua.
"berapa harga budak ini ?" kata beliau.
"sebenarnya semua budak saya jual 20 Dinar. Tapi karena ini budak yang malas, jadi saya hanya menjual 10 Dinar saja.
"tidak. aku ingin membelinya dengan harga 20 dinar"
Beliau pun membayar dan membawa budak itu. Budak itu berkata,"Tuan, mengapa anda berani membeli ku ?, sedangkan aku tidak akan berbakti kepada Anda ?"
"Siapa namamu ?"
"Namaku Al-Ahibbatu" jawab sang budak.
Abdullah membawa pulang Al-Ahibbatu ke rumahnya. Sesampai di rumah, dia ingin mengambil air wudu'. Abdullah kemudian menyiapkan tempat wudu' dan sandal di depannya. Al-Ahibbatu pun berwudu', melaksanakan shalat dan bersujud. Karena Abdullah ingin mendengar apa yang dia katakan dalam sujudnya, ia pun mendekatinya. Samar-samar ia mendengar doa dari budak itu.
" Ya Allah, Zat Yang telah Memiliki Rahasia, rahasia itu sungguh telah menjadi terang. Padahal aku tidak ingin kehidupanku menjadi masyur sesudah ini" kemudian ia berhenti sesaat. melihat itu Abdullah berusaha membangunkannya tetapi ternyata ia telah meninggal dunia. Abdullah lalu bergegas mengurus jenazah dan memakamkan sang budak.
Pada suatu malam, Abdullah bermimpi melihat Rasulullah SAW dengan di sisi kanan ada seorang tua yang diliputi cahaya yang mempesona dan di sebelah kiri ada seorang budak itu. Rasulullah bersabda,"Semoga Allah membalas kebaikan kepada kita semua. Sejauh ini, tiada bahaya yang mengancam dirimu berkat perlakuan baikmu pada kekasihku ini"
Lalu Abdullah bertanya," Apakah pemuda ini kekasihmu, Ya Rasulullah ?"
"Benar, Ia kekasihku dan kekasih Allah" jawab Rasulullah SAW

" Tuhan tidak melihat Paras dan Rupamu , Dia melihat kedalam hatimu (Hadist Nabi)"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar