Suatu hari, Ucok bertamasya bersama teman-temannya. Salah satu temannya itu dikenal sebagai seorang yang sangat pelit. Ketika melewati sebuah sungai, yang arusnya sangat deras dan tanpa jembatan, mereka harus menyebrang dan berbasah-basahan. Saat si bakhil menyebrang, dia tergilincir batu licin yang dia injak. Akibatnya fatal, ia terbawa arus dan celakanya dia tidak bisa berenang. Teman-temannya berusaha menolong “ berikan tanganmu !, aku akan menolongmu !!”
Tapi si bakhil tetap tidak mau memberikan tangannya. Ia timbul tenggelam terbawa arus sungai yang deras. Teman-temannya berusaha menolongnya. “Ayo sini, berikan tanganmu cepat !!”
Si bakhil tetap tidak mau. Ucok merasa ada yang salah dengan kalimat teman-temannya. Maka ia turun tangan. Ucok membungkukan badannya ke tepi sungai. “Ini tanganku, ambillah !! Kau akan ku selamatkan !” kata ucok. Kali ini dia mau bergerak dan mengulurkan tangannya. Setelah itu dia diangkat ke atas.
“Ah, kamu iniseperti tidak mengerti saja sifat teman kita yang satu ini,” kata nasrudin kepada teman-temannya. “Jika kalian berkata “berikan!” kepadanya, pasti dia diam saja. Coba kalian bilang “Ambillah !” Pasti dia akan menerimanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar