Rabu, 28 April 2010

Seruan jalan ke neraka dan surga

Kelak di hari kiamat ada seruan-seruan,” Segera ajukan Fir’aun untuk diadili !”
Lalu, Fir’aun mengenakan mahkota dari api neraka, memakai baju dari cairan aspal, dan mengendarai babi hutan.
Panggilan berikutnya,” Segeralah hidupkan orang-orang yang sombong”. Lalu orang-orang sombong datang berbondong-bondong dengan Fir’aun sebagai pemukannya. Mereka lalu dihalau ke neraka.
Panggilan berikutnya,” Datangkanlah Qabil dan orang-orang yang suka hasud !”
Qabil datang segera diikuti oleh orang-orang yang suka hasud. Mereka dihalau ke neraka dengan Qabil sebagai pemukanya.
Panggilan berikutnya,” datangkanlah ka’ab bin Asyraf dan orang yang suka menyembunyikan kebenaran kebenaran serta ilmu !”
Lalu, mereka dihalau ke neraka dengan ka’ab sebagai pemukanya.
Kemudian dipanggil Abu Jahal dan orang yang mendustakan Allah serta Rasullnya. Segera mereka datang dan dihalau ke neraka dengan Abu Jahal sebagai pemukanya.
Walid bin Al Mughirah dan orang yang suka menghina fakir miskin dipanggil . Lalu mereka datang dan dihalau ke neraka dan Walid sebagai pemukanya.
Berikutnya panggilan buat Ajda’ salah satu Nabi Luth dan orang yang berhomoseksual. Mereka segera datang dan Ajda’ sebagai pemukanya dihalau ke neraka.
Selanjutnya panggilan buat Imruul Qais dan para seniman pendusta. Mereka segera datang dan dihalau ke neraka. Imruul Qais sebagai pemukanya.
Kemudian dipanggilah Musailamah Al Kadzab dan para pendusta Al-Qur’an, mereka segera datang dan dihalau ke neraka dengan Musailamah sebagai pemukanya.
Kemudian datanglah iblis berikut pasukannya : para muazin yang terus berbuat salah, para qari yang lebih mengutamakan lagu daripada bacaan tajwid, para pembantunya adalah orang yang suka membuat kerusakan di bumi, para cendekiawan adalah orang yang suka menghina orang yang terkena musibah, benteng iblis adalah orang-orang yang mabuk arak dan enggan membayar zakat, pedagang yang suka memperjualkan barang terlarang, penabuh gendering iblis adalah ahli music yang menjadikan manusia lupa tuhannya. Pendukung iblis adalah petani anggur untuk dibuat minuman yang memabukkan. Lalu muncullah ular panjang, yang lehernya sejauh 70 tahun perjalanan. Ular itu menghalau mereka masuk ke neraka.
Allah berfirman,” Jibril, orang yang pertama masuk surga adalah Nabi Muhammad SAW”
Lalu dikepala beliau disematkan mahkota cahaya, di tubuh beliau dikenakan sutra hijau. Di depan beliau dililitkan 70000 panji. Ketika beliau memegang 1 bendera pujian, terdengarlah panggilan,” Di manakah orang-orang yang suka hidup sederhana dan berbuat baik pada para fuqaha, merekalah para pengikut Nabi Muhammad SAW berikut sunahnya. Silahkan kalian masuk surga bersama dengan Nabi kalian ini !”
Sesudah itu, Nabi Adam a.s. yang di kepalanya disematkan mahkota chaya dan di depannya dililitkan 8000 panji. Lalu ada seruan “ Di mana orang yang berhaji dan berumrah ?” Setelah semuanya berkumpul, Nabi Adam a.s. ditunjuk sebagai tokoh mereka di surga.
Selanjutnya Nabi Ibrahim a.s. yang di kepalanya disematkan mahkota cahaya (20000 panji),” Di manakah orang-orang yang suka menghormati tamu dan berbuat baik kepada musafir ? setelah semuanya berkumpul, Nabi Ibrahim ditunjuk sebagai tokoh mereka di surge.
Selanjutnya Nabi Yusuf a.s. didatangkan dengan 10000 panji di depannya. Lalu ada seruan,” Dimana orang-orang yang mampu mengekang hawa nafsu ?” Setelah mereka berkumpul, Nabi yusuf a.s. ditunjuk sebagai tokoh mereka di surga.
Selanjutnya Nabi Yahya a.s. Ada seruan,” Di mana orang-orang yang berbakti kepada para tetangga ?”. Setelah semuanya berkumpul, Nabi Yahya ditunjuk sebagai tokoh mereka di surga.
Selanjutnya Nabi Musa a.s. Ada seruan,” Di mana orang-orang yang berani berkata benar ?” Setelah mereka berkumpul, Nabi musa dijadikan tokoh mereka di surga.
Setelah itu, Nabi Harun. Ada seruan,” Di mana orang-orang yang berlaku adil dalam memerintah ?”. Setelah mereka berkumpul, Nabi Harun dijadikan tokoh mereka dalam surga.
Setelah itu Nabi Ayyub a.s. Ada seruan,” Di mana orang-orang yang sabar di saat menderita sakit dan kena musibah ?”. Setelah mereka datang, maka Nabi Ayyub a.s. dijadikan tokoh mereka di dalam surga.
Kemudian Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. Beliau datang dengan mahkota cahaya di kepalanya, dan sutra halus ditubuhnya. Ada seruan,” Di mana orang-orang yang jujur ?”. Kemudian datanglah mereka dan Abu Bakar menjadi tokoh mereka di surga.
Lalu, Umar bin Al Khattab r.a. Ada seruan,” Di mana orang-orang yang beramar ma’ruf nahi munkar ?”. Setelah mereka berkumpul, Umar menjadi tokoh mereka di surga.
Lalu Ali bin Abi Thallib. Ada seruan,” Di mana orang-orang yang berjihad fi sabilillah ?”. Setelah mereka datang, Ali menjadi tokoh mereka di surga.
Lalu Hasan r.a. dan Husein r.a. Ada seruan,” Di mana orang-orang yang dianiaya dan dibunuh karena ketaatannya kepada Allah ?”. Setelah mereka datang, Hasan dan Husein menjadi tokoh mereka di surga.
Kemudian Muadz bin Jalal r.a. Ada seruan,” Di mana para fuqaha atau ulama ahli agama ?”. Kemudian mereka datang, maka Muadz menjadi tokoh mereka di surga.
Selanjutnya Bilal Al Habsyi r.a. Ada seruan,” Di mana para muazin ?”. Setelah mereka datang, Bilal menjadi tokoh mereka di surga.
“Pada hari itu, manusia keluar dari kubur dalam kedaan yang bermacam-macam untuk melihat balasan perbuatan mereka” (Al-Qur’an Az-zalzalah : 6)

Sahabat, aku rindu

Sahabat, aku rindu
Sewaktu sd kelas 1 , Kim Ji Ah tidak mempunyai seorang sahabat. Hanya ada pertengkaran, teman biasa, tidak ada yang membuatnya terkesan. Dalam satu kelas, hanya ada 7 siswa perempuan sisanya murid laki-laki diantara 20 siswa. Pada saat itu sangat tidak enak. Lama- kelamaan, sewaktu kelas 5 sd. Sekolah tempat ia bersekolah digabung dengan sekolah lain. Saat itulah, Ji Ah mempunyai teman yang sangat baik padanya. Namanya Cho So Hyun. Sejak dengannya, Ji Ah berubah menjadi lebih baik, lebih bersemangat dalam belajar, menjadi periang, dan lainnya. Karena dekatnya, Ji Ah merasa cemburu ketika So Hyun bermain dengan teman lainnya. Teman-teman mereka member mereka julukan bagai amplop dan perangko karena mereka selalu bersama. So Hyun memiliki 3 adik perempuan. 2 diantaranya kembar. Ji Ah sangat sulit membedakannya. Ji Ah suka sekali diganggu oleh adiknya So hyun. Tapi So Hyun hanya tertawa melihat mereka. Sesekali So Hyun memarahi adiknya karna hal itu, tapi adiknya tidak mau.
Waktu itu, zaman-zamannya binder. Sepulang sekolah tidak jarang Ji Ah mampir sebentar ke dagang pinggir jalan dekat sekolah untuk membeli kertas binder untuk dijadikan koleksi. Walaupun begitu, Ji Ah member sebagian kertas bindernya kepada So Hyun dan adik-adiknya. Setelah itu, So Hyun berkata pada adiknya jangan ganggu Ji Ah lagi karna uda dikasi kertas binder itu.
Walaupun Ji Ah dekat dengan So hyun, tetapi mereka duduknya tidak sebangku. Tapi setelah ulangan, Ji Ah dan So Hyun bersepakat untuk duduk bersama. Di depan tempat duduk dimana mereka duduk, ada teman mereka seorang cowo yang sangat nakal. Ji Ah dan So Hyun merasa tidak nyaman karna sering diganggu dengannya. Ji Ah akan memarahinya, tetapi So Hyun hanya diam karna takut. So Hyun merasa terkesan dengan Ji ah karena hal itu.
Ji ah pun merasa kagum dengan So Hyun tentang masalah pelajaran. So Hyun bilang ia menyukai pelajaran IPS, tetapi walaupun begitu, tidak hanya pelajaran IPS So Hyun mendapat nilai bagus. Pelajaran yang lain pun seperti IPA, So Hyun juga jago. Itulah sebabnya, Ji ah sangat suka ketika belajar dengan So Hyun.
Ketika Ji Ah menceritakan tenyang saudaranya yang menyebalkan dengan So Hyun, dia terbawa suasana. Dan ia pun ikut merasa kesal dan marah-marah. Ji ah yang menyadarinya, merasa senang dan juga aneh.
Setiap sore, di sekolah mengadakan pelajaran tambahan atau les. Ayah Ji Ah bekerja dekat dengan sekolahnya. Tiap sore tiba, Ji Ah diantar ke tempat ayahnya bekerja sambil menunggu lasnya dimulai. Ji Ah duduk di kursi yang terletak di dekat jalan sambil menunggu So Hyun dengan mengendarai sepedanya. Ketika dia datang, So Hyun akan menghidupkan bell sepedanya tanda ia telah datang dan berhenti tepat dimana ayah Ji ah bekerja. Ji Ah segera berpamitan dengan ayahnya dan buru-buru mendatangi So Hyun. Selanjutnya, So Hyun membonceng Ji Ah sampai ke sekolah. Itu mereka lakukan setiap akan les.
Setiap pulang sekolah, mereka menunggu jemputan sambil berbicara tentang apapun. Siapapun yang dijemput duluan, mereka akan saling mengucapkan selamat tinggal berulang-ulang kali. Sampai-sampai mereka lama pulangnya.
Saat mereka berbicara, apabila Ji Ah ada sesuatu yang ia tidak ketahui, Ji ah akan bertanya kepadanya dan So Hyun menerangkannya tanpa mengejek Ji Ah. Dan tidak menganggap Ji Ah rendah karna hal itu.
Setelah selesai ulangan, sebelum kelulusa kelas 6, Kelas mereka mengadakan tur sekolah. Sewaktu memasuki pintu kebun binatang, orang-orang pada ramai dan tidak sabar, Ji Ah hampir terjatuh karna terdorong. Melihat itu, So Hyun menggenggam tangan Ji Ah agar bisa berdiri. Dan waktu melihat pertunjukkan buaya, Ji Ah sangat takut, hingga menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. So Hyun yang melihat itu tertawa dan mensupport agar Ji Ah tidak takut.
Waktu itu, iseng-iseng mereka mencari arti nama mereka (nama asli mereka) ternyata arti nam Ji Ah (asli) adalah kain dan So Hyun (asli) artinya perahu. Akhirnya mereka saling meledek arti nama mereka masing-masing.
Sewaktu pemsil Ji Ah patah, ia meminjam alat peruncing pensil kepada So Hyun. Pada saat Ji ah meruncingkan pensilnya, kotoran dari pensil itu tidak putus dan berbentuk seperti bunga. So Hyun yang melihat itu, menganggapnya sesuatu yang lucu. Lalu, ia mengambil pensilnya yang masih runcing kemudian ia mematahkan dengan sengaja pensil itu. So Hyun meminjam alat peruncing yang ada digenggaman Ji Ah dan mulai meruncingkan. Setelah mereka membuat banyak kotoran yang berbentuk bunga. Mereka tertawa bersama. Sangat konyol ya…mereka. Maklum masi sd.
Beberapa hari sebelum kelulusan, Ji Ah dan So Hyun mempunyai kebisaan baru. Setiap pulang sekolah, mereka menyempatkan pergi ke toko dekat sekolah. Mereka patungan uang untuk dibelikan es krim bersama. Itu berlangsung lama hingga kelulusa tiba. Menjelang kelulusan, Ji Ah dan So Hyun bersepakat untuk tukar kenang-kenangan berupa benda. So Hyun memberi Ji Ah buku tulis favorite Ji Ah yaitu buku tulis berwarna-warni, tempat korek api yang berisi hiasan seperti monte, dan gantungan kunci. Sedangkan Ji Ah member So Hyun sebuah boneka kelinci berwarna merah muda.
Setelah kelulusan, So Hyun akan melanjutkan sekolahnya di luar kota. Ji Ah sangat sedih mendengarnya. Setelah Ji Ah kelas 1 SMP, Ji Ah mendapat kabar dari temannya yang dulu juga satu sekolah dasar dengannya, bahwa So Hyun ada di kota ini untuk berlibur. Teman Ji Ah telah terlebih dahulu ke rumah So Hyun. Esok harinya, teman Ji Ah menyampaikan bahwa So Hyun ingin bertemu dengannya. Sore harinya, Ji Ah dengan diantar oleh ayahnya, datang ke rumah So Hyun untuk pertama kalinya. Sewaktu Ji Ah kesana So Hyun sedang tidur siang. Ayah So Hyun menyuruh Ji Ah untuk membangunkannya. Ji Ah sangat kaget melihat perubahan So Hyun yang sekarang menggunakan kacamata.
Beberapa hari kemudian, So Hyun mengirimi surat ke Ji Ah melewati adik kembarnya. Ia menceritakan mengenai kehidupannya disana. Ji ah pun menceritakan kisah SMPnya dengan So Hyun.
Itulah untuk terakhir kalinya, Ji Ah bertemu dengan So Hyun. Tidak ada kabar lagi mengenai So Hyun. Ji Ah berharap dapat bertemu lagi dengan So Hyun.

Beruntungnya diriku

Ji Ah mulai melewati gerbang putih itu. Suasananya tampak berbeda. Ji Ah sangat senang karena ia akan memasuki masa smp. Sekolah baru, pelajaran baru, pengalaman baru, dan tentu aja hunting teman baru. Ji ah bersama dengan ibunya, pergi mendaftar ke sebuah sekolah islam. Teman sd Ji ah juga ada yang mendaftar ke sekolah tersebut.
MOS dilaksanakan selama 3 hari. Pada saat MOS, dibagi menjadi 4 kelompok. Pada hari pertama, Ji ah dan ketiga temannya selalu bersama karena mereka belum mempunyai teman baru. Tiap kelompok telah ditentukan anggotanya. Ji Ah dan teman-temannya tidak tahu hal itu. 2 teman Ji Ah masuk kelompok 3, sedangkan Ji Ah dan salah satu temannya yang bernama Ita masuk kelompok 1. Setelah ditentukan ketua dan wakil masing-masing kelompok, anggotanya pun disebutkan satu per satu. Dimulai dari kelompok 1, tetapi setelah disebutkan sampai akhir, nama Ji Ah tidak ada. Saat itu, Ji Ah sangat kebingungan. Setelah disebutkan semua anggota kelompok, ternyata Ji Ah masuk kelompok 3. Mengetahui itu, ketua dari kelompok 1 menyuruh Ji Ah untuk pindah dari kelompoknya ke kelompok 3. Tapi Ita melarang Ji Ah untik pindah, Dia pun mengurung niatnya untuk pindah kelompok.
Masa MOS tidak lepas dari cengkraman para osis. Murid-murid disuruh mencari tanda tangan para guru dan kakak kelas sebanyak-banyaknya. Ji Ah dengan pasrah dan santai tanda tangannya*anak yang tidak mau ribet berlari kesana kemari mengejar kakak kelas yang bawel..he…he…*
Hari terakhir MOS, sekolah mengadakan test untuk menentukan kelas masing-masing. Ji Ah da Ita mendapat kelas VII A, sedangkan temannya yang lain yaitu Novi dan Arin mendapat kelas VII C. Ji Ah dan Ita duduk bersama. Mereka sempat berkenalan dengan Risma dan Dita tapi tidak menjadi teman dekat. Akhirnya mereka mendapat teman baru yang baik yaitu Hye Seok dan Sungmi.
Pertama kali mereka berkenalan karena Ji Ah waktu itu tidak bisa melihat tulisan yang berada di papan. Ji Ah bertanya pada Ita, tapi Ita pun juga tidak tahu. Kemudian Ita bertanya pada orang yang duduk di depan bangku mereka. Dengan gugupnya Ita bertanya, kemudian mereka berkenalan. Pada saat istirahat, Ji Ah dan Ita terpaku melihat Hye Seok berbicara tanpa henti mengenai keluarganya.
“Ya ampun ta, dia cerewet banget ya,”…Ita pun setuju. Mereka hanya bisa mengiyakan apa yang dikatakan Hye Seok.
Hubungan mereka pun semakin baik. Akhirnya mereka ganti tempat duduk. Ji ah duduk dengan Sungmi, sedangkan Ita duduk dengan Hye Seok. Ji ah merasa cocok dengan Sungmi. Cewek yang feminim tapi juga tomboy ini, terkenal cewek yang cantik di sekolah. Sering kali Sungmi ditembak alias cowok yang menyatakan cinta kepadanya, tapi Sungmi tidak menerimanya dengan alasan belum siap untuk berpacaran. Telah banyak cowok yang suka dengan Sungmi tapi ia membiasakan diri. Ji Ah mengetahuinya karena Sungmi sering bercerita padanya.
Suatu ketika, pada saat istirahat Sungmi memanggil Ji ah tanpa sepengetahuan teman yang lain. Sungmi menyodorkan sebuah surat pada Ji Ah.
“Ji Ah, ini surat tulisannya apaan sih, aku gak ngerti,”Tanya Sungmi. Ji ah mengamati tulisan itu. Tulisannya memakai bahasa arab tapi…..
“Oalah…ini tulisannya emank bahasa arab tapi bacaannya bahasa Indonesia. Emank ini dari siapa ??”
“Ini dari cowok kelas sebelah. Cowok arab gito,”
Ternyata itu surat cinta. Cowok itu menyatakan rasa sukanya ke Sungmi. Surat bertuliskan arab tapi bacaannya bahasa Indonesia.*kreatif yang super kreatif tu cowok…he…he…*
Lain bedanya dengan Hye Seok. Ia seorang cewek yang tomboy dan pemberani.
SMP kelas 1 ini, Ji Ah disukai dengan seorang cowok. Ji Ah mengetahuinya karena pada suatu hari cowok itu bercerita pada temannya bahwa dulu dia punya seekor kelinci yang dia sayangi. Dan tiba-tiba dia menunjuk Ji Ah yang serentak kaget.*cowok aneh*. Sejak saat itu, tingkahnya sangat membuat Ji Ah tidak nyaman karena selalu diperhatikan.
Sewaktu pelajaran bahasa Inggris, Ji Ah maju ke depan kelas untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pak guru. Ji Ah merasa sedikit bingung. Cowok yang menyukai Ji Ah duduk dibangku paling depan dan menyemangati Ji Ah. Ji Ah yang kaget berusaha untuk tenang dan berhasil menjawab. Itulah cerita cinta tentang Ji Ah*agak aneh…lucu..*
Akhirnya tiba juga kenaikan kelas 2 SMP. Mereka mendapat kelas yang terpisah. Sungmi (VIIIA), Ji Ah (VIIIB), Ita (VIIIC), dan Hye Seok (VIIID)
Walaupun begitu, hubungan mereka tetap terjalin dengan baik. Mereka tetap bermain bersama kecuali Ita, entah kenapa dia berubah. Teman yang lain pun hanya bisa memaklumi. Hinggan kelas 3 SMP, mereka tetap bersama..^^

Selasa, 13 April 2010

Kisah Kim Ji Ah

Namanya Kim Ji Ah, Seorang remaja yang telah berusia 17 tahun pada bulan lalu. Dia hidup di tengah keluarga yang sedehana. Keluarganya terdiri dari ibu seorang ibu rumah tangga terkadang membantu ayah Ji Ah bekerja di rumah sebagai tukang cetak sablon. Dan kakak laki-lakinya yang telah bekerja di luar kota sebagai pekerja di bank. Kadang kakaknya pulang setahun sekali untuk merayakan hari idul fitri bersama keluarga.
Kim Ji ah termasuk anak yang agak pendiam, seperti terhadap teman yang baru ia kenal. Tapi tidak berlaku bagi kedua orang tuanya. Dan entah kenapa Ji Ah terhadap kakaknya begitu pendiam dan sangat takut. Karena Ji Ah jarang bertemu dengan kakaknya.
Jangan sampai ada seseorang yang melukai hati anak yang satu ini, karena sekali dia disakiti, ia tidak akan berlaku baik dengan orang tersebut. Tapi bila ada orang yang sangat baik terhadap dirinya, maka Ji Ah pun akan berbuat baik kepadanya.
Ji ah merasa sangat nyaman ketika ia memasuki masa SMA, Ia dapat menemukan sesuatu yang ia tidak pernah dapatkan ketika ia masih SMP. Masa SMP yang begitu ia tidak menyukainya. Dimulai pada saat ia mulai menyukai lawan jenisnya. Tapi cowo itu tidak menyukainya. Dia menceritakan perasaannya ini dengan teman-temannya. Ji Ah yang pada saat itu tidak mengerti masalah cinta, tidak melakukan apapun ketika adik kelasnya memiliki perasaan yang sama ke cowo yang Ji ah sukai.
“Ji Ah kamu gak cemburu ma dia,”Tanya temannya
“gak, biarin aja deh. Mau berbuat sesuatu, Q juga bingung mau ngelakuin apa”
“Yaelah, kamu gimana si. Nti kalo keburu diambil, kamu gak bole nyesel lo,”kata temannya lagi.
Ternyata benar perkataan temannya itu, cowo itu akhirnya berpacaran dengan adik kelasnya. Ji ah pun menyerah. Atas saran teman-temannya, Ji Ah disuruh untuk mencari seorang cowo agar ia dapat melupakan cowo itu. Ji Ah pun ingat, dulu sewaktu ji Ah menyukai cowo itu, ada seorang cowo tiba-tiba ia mengatakan ia menyukai Ji Ah. Ji ah pun memberinya kesempatan. Dibantu dengan teman-temannya, Ji ah mulai mendekati cowo itu. Tapi masih ada keraguan dan rasa bersalah Ji Ah kepada cowo itu. Dan juga ia sangat takut, karena belum pernah mengalami ini sebelumnya. Si cowo telah memberinya tanda-tanda, tapi Ji Ah sangat pasif. Ia begitu malu dan takut mendekati cowo itu.
Lama kelamaan, cowo itu merasa bosan dan tidak memberinya tanda-tanda lagi. Ji ah merasa bersalah tapi untuk memperbaikinya ia merasa sudah terlambat. Karena pada saat itu, akan kelulusan.
Walaupun begitu, hubungannya dengan cowo itu berjalan baik. Pada saat perpisahan, itu pertama dan terakhir kalinya Ji Ah bersalaman dengannya. Itulah kisah cintanya pada saat ia SMP. Karena alas an itu, Ji Ah belum ingin menyukai orang di dunianya. Sekarang ini ia menyukai para artis korea yang ia sukai.
Sekarang pada masa SMA, Ji ah ingin mengutamakan hubungannya dengan penciptanya, orang tua, dan teman-teman yang selalu membantunya.

PR

Ustad Ilham datang memasuki kelas, sementara murid-murid pada sibuk mengeluarkan buku dari dalam tas mereka. “Anak-anak, kemarin saya memberikan tugas kepada kalian untuk mengerjakan pr. Sekarang tolong keluarkan, akan say perikasa satu per satu.”
Sang ustad muali memeriksa dari nomor urut bangku terdepan. Ternyata, mereka mengerjakan pr dengan baik. Namun, ketika giliran bangku kedua, tepatnya bangku Rafik hendak diperiksa, ia bertanya pada sang ustad. “Kalau seseorang belum mengerjakan tindakan criminal, apakah oleh hakim dia langsung dihukum ?” tanyanya. “Tentu tidak” kata sang ustad. “Kalau begitu untunglah, saya belum mengerjakan pr,”katanya dengan polos.

Ayo siapa ???

Di pagi yang cerah itu, anak-anak kelas satu duduk manis di kelas. Sejenak kemudian Ustad Anam masuk dan langsung membuka percakapan dengan murid-muridnya. “Anak-anak, saya akan mengajukan pertanyaan kepada kalian. Mata sang ustad langsung tertuju kepada Adam, murid yang duduk di bangku paling belakang. “Adam, siapakah yang membunuh Abu Jahal ?” Tanya sang ustad. Dibalut rasa kegugupan, Ada langsung menjawab,”Sumpah bukan saya yang membunuhnya ustad”.
Mendengar jawaban itu, serentak murid-murid lainnya tertawa. Sang ustad memarahi Adam yang dianggapnya main-main. Adam pun langsung pulang sambil menangis.
Melihat anaknya pulang dengan keadaan menangis, ayahnya langsung pergi ke sekolah dan menemui sang ustad”. Ustad, kenapa anak saya dimarahi sampai menangis ?” tanya sang ayah. “masak ketika ditanya siapa yang membunuh Abu Jahal, anak anda menjawab,”sumpah bukan saya yang membunuhnya,”jawab ustad. “jangan dipaksa ngaku dong ustad” jawab ayahnya. “Dasar anak dan ayah sama aja”kata sang ustad kesal.