Rabu, 28 April 2010

Beruntungnya diriku

Ji Ah mulai melewati gerbang putih itu. Suasananya tampak berbeda. Ji Ah sangat senang karena ia akan memasuki masa smp. Sekolah baru, pelajaran baru, pengalaman baru, dan tentu aja hunting teman baru. Ji ah bersama dengan ibunya, pergi mendaftar ke sebuah sekolah islam. Teman sd Ji ah juga ada yang mendaftar ke sekolah tersebut.
MOS dilaksanakan selama 3 hari. Pada saat MOS, dibagi menjadi 4 kelompok. Pada hari pertama, Ji ah dan ketiga temannya selalu bersama karena mereka belum mempunyai teman baru. Tiap kelompok telah ditentukan anggotanya. Ji Ah dan teman-temannya tidak tahu hal itu. 2 teman Ji Ah masuk kelompok 3, sedangkan Ji Ah dan salah satu temannya yang bernama Ita masuk kelompok 1. Setelah ditentukan ketua dan wakil masing-masing kelompok, anggotanya pun disebutkan satu per satu. Dimulai dari kelompok 1, tetapi setelah disebutkan sampai akhir, nama Ji Ah tidak ada. Saat itu, Ji Ah sangat kebingungan. Setelah disebutkan semua anggota kelompok, ternyata Ji Ah masuk kelompok 3. Mengetahui itu, ketua dari kelompok 1 menyuruh Ji Ah untuk pindah dari kelompoknya ke kelompok 3. Tapi Ita melarang Ji Ah untik pindah, Dia pun mengurung niatnya untuk pindah kelompok.
Masa MOS tidak lepas dari cengkraman para osis. Murid-murid disuruh mencari tanda tangan para guru dan kakak kelas sebanyak-banyaknya. Ji Ah dengan pasrah dan santai tanda tangannya*anak yang tidak mau ribet berlari kesana kemari mengejar kakak kelas yang bawel..he…he…*
Hari terakhir MOS, sekolah mengadakan test untuk menentukan kelas masing-masing. Ji Ah da Ita mendapat kelas VII A, sedangkan temannya yang lain yaitu Novi dan Arin mendapat kelas VII C. Ji Ah dan Ita duduk bersama. Mereka sempat berkenalan dengan Risma dan Dita tapi tidak menjadi teman dekat. Akhirnya mereka mendapat teman baru yang baik yaitu Hye Seok dan Sungmi.
Pertama kali mereka berkenalan karena Ji Ah waktu itu tidak bisa melihat tulisan yang berada di papan. Ji Ah bertanya pada Ita, tapi Ita pun juga tidak tahu. Kemudian Ita bertanya pada orang yang duduk di depan bangku mereka. Dengan gugupnya Ita bertanya, kemudian mereka berkenalan. Pada saat istirahat, Ji Ah dan Ita terpaku melihat Hye Seok berbicara tanpa henti mengenai keluarganya.
“Ya ampun ta, dia cerewet banget ya,”…Ita pun setuju. Mereka hanya bisa mengiyakan apa yang dikatakan Hye Seok.
Hubungan mereka pun semakin baik. Akhirnya mereka ganti tempat duduk. Ji ah duduk dengan Sungmi, sedangkan Ita duduk dengan Hye Seok. Ji ah merasa cocok dengan Sungmi. Cewek yang feminim tapi juga tomboy ini, terkenal cewek yang cantik di sekolah. Sering kali Sungmi ditembak alias cowok yang menyatakan cinta kepadanya, tapi Sungmi tidak menerimanya dengan alasan belum siap untuk berpacaran. Telah banyak cowok yang suka dengan Sungmi tapi ia membiasakan diri. Ji Ah mengetahuinya karena Sungmi sering bercerita padanya.
Suatu ketika, pada saat istirahat Sungmi memanggil Ji ah tanpa sepengetahuan teman yang lain. Sungmi menyodorkan sebuah surat pada Ji Ah.
“Ji Ah, ini surat tulisannya apaan sih, aku gak ngerti,”Tanya Sungmi. Ji ah mengamati tulisan itu. Tulisannya memakai bahasa arab tapi…..
“Oalah…ini tulisannya emank bahasa arab tapi bacaannya bahasa Indonesia. Emank ini dari siapa ??”
“Ini dari cowok kelas sebelah. Cowok arab gito,”
Ternyata itu surat cinta. Cowok itu menyatakan rasa sukanya ke Sungmi. Surat bertuliskan arab tapi bacaannya bahasa Indonesia.*kreatif yang super kreatif tu cowok…he…he…*
Lain bedanya dengan Hye Seok. Ia seorang cewek yang tomboy dan pemberani.
SMP kelas 1 ini, Ji Ah disukai dengan seorang cowok. Ji Ah mengetahuinya karena pada suatu hari cowok itu bercerita pada temannya bahwa dulu dia punya seekor kelinci yang dia sayangi. Dan tiba-tiba dia menunjuk Ji Ah yang serentak kaget.*cowok aneh*. Sejak saat itu, tingkahnya sangat membuat Ji Ah tidak nyaman karena selalu diperhatikan.
Sewaktu pelajaran bahasa Inggris, Ji Ah maju ke depan kelas untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pak guru. Ji Ah merasa sedikit bingung. Cowok yang menyukai Ji Ah duduk dibangku paling depan dan menyemangati Ji Ah. Ji Ah yang kaget berusaha untuk tenang dan berhasil menjawab. Itulah cerita cinta tentang Ji Ah*agak aneh…lucu..*
Akhirnya tiba juga kenaikan kelas 2 SMP. Mereka mendapat kelas yang terpisah. Sungmi (VIIIA), Ji Ah (VIIIB), Ita (VIIIC), dan Hye Seok (VIIID)
Walaupun begitu, hubungan mereka tetap terjalin dengan baik. Mereka tetap bermain bersama kecuali Ita, entah kenapa dia berubah. Teman yang lain pun hanya bisa memaklumi. Hinggan kelas 3 SMP, mereka tetap bersama..^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar