Rabu, 28 April 2010

Sahabat, aku rindu

Sahabat, aku rindu
Sewaktu sd kelas 1 , Kim Ji Ah tidak mempunyai seorang sahabat. Hanya ada pertengkaran, teman biasa, tidak ada yang membuatnya terkesan. Dalam satu kelas, hanya ada 7 siswa perempuan sisanya murid laki-laki diantara 20 siswa. Pada saat itu sangat tidak enak. Lama- kelamaan, sewaktu kelas 5 sd. Sekolah tempat ia bersekolah digabung dengan sekolah lain. Saat itulah, Ji Ah mempunyai teman yang sangat baik padanya. Namanya Cho So Hyun. Sejak dengannya, Ji Ah berubah menjadi lebih baik, lebih bersemangat dalam belajar, menjadi periang, dan lainnya. Karena dekatnya, Ji Ah merasa cemburu ketika So Hyun bermain dengan teman lainnya. Teman-teman mereka member mereka julukan bagai amplop dan perangko karena mereka selalu bersama. So Hyun memiliki 3 adik perempuan. 2 diantaranya kembar. Ji Ah sangat sulit membedakannya. Ji Ah suka sekali diganggu oleh adiknya So hyun. Tapi So Hyun hanya tertawa melihat mereka. Sesekali So Hyun memarahi adiknya karna hal itu, tapi adiknya tidak mau.
Waktu itu, zaman-zamannya binder. Sepulang sekolah tidak jarang Ji Ah mampir sebentar ke dagang pinggir jalan dekat sekolah untuk membeli kertas binder untuk dijadikan koleksi. Walaupun begitu, Ji Ah member sebagian kertas bindernya kepada So Hyun dan adik-adiknya. Setelah itu, So Hyun berkata pada adiknya jangan ganggu Ji Ah lagi karna uda dikasi kertas binder itu.
Walaupun Ji Ah dekat dengan So hyun, tetapi mereka duduknya tidak sebangku. Tapi setelah ulangan, Ji Ah dan So Hyun bersepakat untuk duduk bersama. Di depan tempat duduk dimana mereka duduk, ada teman mereka seorang cowo yang sangat nakal. Ji Ah dan So Hyun merasa tidak nyaman karna sering diganggu dengannya. Ji Ah akan memarahinya, tetapi So Hyun hanya diam karna takut. So Hyun merasa terkesan dengan Ji ah karena hal itu.
Ji ah pun merasa kagum dengan So Hyun tentang masalah pelajaran. So Hyun bilang ia menyukai pelajaran IPS, tetapi walaupun begitu, tidak hanya pelajaran IPS So Hyun mendapat nilai bagus. Pelajaran yang lain pun seperti IPA, So Hyun juga jago. Itulah sebabnya, Ji ah sangat suka ketika belajar dengan So Hyun.
Ketika Ji Ah menceritakan tenyang saudaranya yang menyebalkan dengan So Hyun, dia terbawa suasana. Dan ia pun ikut merasa kesal dan marah-marah. Ji ah yang menyadarinya, merasa senang dan juga aneh.
Setiap sore, di sekolah mengadakan pelajaran tambahan atau les. Ayah Ji Ah bekerja dekat dengan sekolahnya. Tiap sore tiba, Ji Ah diantar ke tempat ayahnya bekerja sambil menunggu lasnya dimulai. Ji Ah duduk di kursi yang terletak di dekat jalan sambil menunggu So Hyun dengan mengendarai sepedanya. Ketika dia datang, So Hyun akan menghidupkan bell sepedanya tanda ia telah datang dan berhenti tepat dimana ayah Ji ah bekerja. Ji Ah segera berpamitan dengan ayahnya dan buru-buru mendatangi So Hyun. Selanjutnya, So Hyun membonceng Ji Ah sampai ke sekolah. Itu mereka lakukan setiap akan les.
Setiap pulang sekolah, mereka menunggu jemputan sambil berbicara tentang apapun. Siapapun yang dijemput duluan, mereka akan saling mengucapkan selamat tinggal berulang-ulang kali. Sampai-sampai mereka lama pulangnya.
Saat mereka berbicara, apabila Ji Ah ada sesuatu yang ia tidak ketahui, Ji ah akan bertanya kepadanya dan So Hyun menerangkannya tanpa mengejek Ji Ah. Dan tidak menganggap Ji Ah rendah karna hal itu.
Setelah selesai ulangan, sebelum kelulusa kelas 6, Kelas mereka mengadakan tur sekolah. Sewaktu memasuki pintu kebun binatang, orang-orang pada ramai dan tidak sabar, Ji Ah hampir terjatuh karna terdorong. Melihat itu, So Hyun menggenggam tangan Ji Ah agar bisa berdiri. Dan waktu melihat pertunjukkan buaya, Ji Ah sangat takut, hingga menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. So Hyun yang melihat itu tertawa dan mensupport agar Ji Ah tidak takut.
Waktu itu, iseng-iseng mereka mencari arti nama mereka (nama asli mereka) ternyata arti nam Ji Ah (asli) adalah kain dan So Hyun (asli) artinya perahu. Akhirnya mereka saling meledek arti nama mereka masing-masing.
Sewaktu pemsil Ji Ah patah, ia meminjam alat peruncing pensil kepada So Hyun. Pada saat Ji ah meruncingkan pensilnya, kotoran dari pensil itu tidak putus dan berbentuk seperti bunga. So Hyun yang melihat itu, menganggapnya sesuatu yang lucu. Lalu, ia mengambil pensilnya yang masih runcing kemudian ia mematahkan dengan sengaja pensil itu. So Hyun meminjam alat peruncing yang ada digenggaman Ji Ah dan mulai meruncingkan. Setelah mereka membuat banyak kotoran yang berbentuk bunga. Mereka tertawa bersama. Sangat konyol ya…mereka. Maklum masi sd.
Beberapa hari sebelum kelulusan, Ji Ah dan So Hyun mempunyai kebisaan baru. Setiap pulang sekolah, mereka menyempatkan pergi ke toko dekat sekolah. Mereka patungan uang untuk dibelikan es krim bersama. Itu berlangsung lama hingga kelulusa tiba. Menjelang kelulusan, Ji Ah dan So Hyun bersepakat untuk tukar kenang-kenangan berupa benda. So Hyun memberi Ji Ah buku tulis favorite Ji Ah yaitu buku tulis berwarna-warni, tempat korek api yang berisi hiasan seperti monte, dan gantungan kunci. Sedangkan Ji Ah member So Hyun sebuah boneka kelinci berwarna merah muda.
Setelah kelulusan, So Hyun akan melanjutkan sekolahnya di luar kota. Ji Ah sangat sedih mendengarnya. Setelah Ji Ah kelas 1 SMP, Ji Ah mendapat kabar dari temannya yang dulu juga satu sekolah dasar dengannya, bahwa So Hyun ada di kota ini untuk berlibur. Teman Ji Ah telah terlebih dahulu ke rumah So Hyun. Esok harinya, teman Ji Ah menyampaikan bahwa So Hyun ingin bertemu dengannya. Sore harinya, Ji Ah dengan diantar oleh ayahnya, datang ke rumah So Hyun untuk pertama kalinya. Sewaktu Ji Ah kesana So Hyun sedang tidur siang. Ayah So Hyun menyuruh Ji Ah untuk membangunkannya. Ji Ah sangat kaget melihat perubahan So Hyun yang sekarang menggunakan kacamata.
Beberapa hari kemudian, So Hyun mengirimi surat ke Ji Ah melewati adik kembarnya. Ia menceritakan mengenai kehidupannya disana. Ji ah pun menceritakan kisah SMPnya dengan So Hyun.
Itulah untuk terakhir kalinya, Ji Ah bertemu dengan So Hyun. Tidak ada kabar lagi mengenai So Hyun. Ji Ah berharap dapat bertemu lagi dengan So Hyun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar