Namanya Kim Ji Ah, Seorang remaja yang telah berusia 17 tahun pada bulan lalu. Dia hidup di tengah keluarga yang sedehana. Keluarganya terdiri dari ibu seorang ibu rumah tangga terkadang membantu ayah Ji Ah bekerja di rumah sebagai tukang cetak sablon. Dan kakak laki-lakinya yang telah bekerja di luar kota sebagai pekerja di bank. Kadang kakaknya pulang setahun sekali untuk merayakan hari idul fitri bersama keluarga.
Kim Ji ah termasuk anak yang agak pendiam, seperti terhadap teman yang baru ia kenal. Tapi tidak berlaku bagi kedua orang tuanya. Dan entah kenapa Ji Ah terhadap kakaknya begitu pendiam dan sangat takut. Karena Ji Ah jarang bertemu dengan kakaknya.
Jangan sampai ada seseorang yang melukai hati anak yang satu ini, karena sekali dia disakiti, ia tidak akan berlaku baik dengan orang tersebut. Tapi bila ada orang yang sangat baik terhadap dirinya, maka Ji Ah pun akan berbuat baik kepadanya.
Ji ah merasa sangat nyaman ketika ia memasuki masa SMA, Ia dapat menemukan sesuatu yang ia tidak pernah dapatkan ketika ia masih SMP. Masa SMP yang begitu ia tidak menyukainya. Dimulai pada saat ia mulai menyukai lawan jenisnya. Tapi cowo itu tidak menyukainya. Dia menceritakan perasaannya ini dengan teman-temannya. Ji Ah yang pada saat itu tidak mengerti masalah cinta, tidak melakukan apapun ketika adik kelasnya memiliki perasaan yang sama ke cowo yang Ji ah sukai.
“Ji Ah kamu gak cemburu ma dia,”Tanya temannya
“gak, biarin aja deh. Mau berbuat sesuatu, Q juga bingung mau ngelakuin apa”
“Yaelah, kamu gimana si. Nti kalo keburu diambil, kamu gak bole nyesel lo,”kata temannya lagi.
Ternyata benar perkataan temannya itu, cowo itu akhirnya berpacaran dengan adik kelasnya. Ji ah pun menyerah. Atas saran teman-temannya, Ji Ah disuruh untuk mencari seorang cowo agar ia dapat melupakan cowo itu. Ji Ah pun ingat, dulu sewaktu ji Ah menyukai cowo itu, ada seorang cowo tiba-tiba ia mengatakan ia menyukai Ji Ah. Ji ah pun memberinya kesempatan. Dibantu dengan teman-temannya, Ji ah mulai mendekati cowo itu. Tapi masih ada keraguan dan rasa bersalah Ji Ah kepada cowo itu. Dan juga ia sangat takut, karena belum pernah mengalami ini sebelumnya. Si cowo telah memberinya tanda-tanda, tapi Ji Ah sangat pasif. Ia begitu malu dan takut mendekati cowo itu.
Lama kelamaan, cowo itu merasa bosan dan tidak memberinya tanda-tanda lagi. Ji ah merasa bersalah tapi untuk memperbaikinya ia merasa sudah terlambat. Karena pada saat itu, akan kelulusan.
Walaupun begitu, hubungannya dengan cowo itu berjalan baik. Pada saat perpisahan, itu pertama dan terakhir kalinya Ji Ah bersalaman dengannya. Itulah kisah cintanya pada saat ia SMP. Karena alas an itu, Ji Ah belum ingin menyukai orang di dunianya. Sekarang ini ia menyukai para artis korea yang ia sukai.
Sekarang pada masa SMA, Ji ah ingin mengutamakan hubungannya dengan penciptanya, orang tua, dan teman-teman yang selalu membantunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar